Menuju konten utama

Khutbah Jumat 4 Juli 2025 Paling Bagus Tema Bulan Muharram

Khutbah Jumat 4 Juli 2025 akan membahas tema bulan Muharram. Isi khutbah ini menjadi pilihan bagus bagi khatib yang bertugas.

Khutbah Jumat 4 Juli 2025 Paling Bagus Tema Bulan Muharram
Seorang pelajar SMP Al-Hikmah Kota Surabaya, Ahmad Firdaus As Sabil terpilih menjadi khotib dan imam shalat Jumat di Masjid Nurul Faidzin, komplek Kantor Dispendik Kota Surabaya, Jatim, Jumat (23/4/2021). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

tirto.id - Khutbah Jumat 4 Juli 2025 akan membahas tema tentang bulan Muharram. Isi khutbah berkaitan dengan amalan yang dianjurkan dan keutamaan Muharram. Tema tepat disampaikan oleh khatib mengingat saat ini masih awal bulan Muharram.

Bulan Muharram termasuk dalam syahrul hurum atau bulan mulia. Dalam Islam, terdapat empat bulan mulia. yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Pada bulan Muharram, umat Islam yang menunaikan amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Sebab kemuliaan bulan Muharram, Allah memerintahkan hambaNya untuk menjaga diri dan melarang adanya pertumpahan darah. Selain itu, peristiwa penting dalam sejarah Islam juga terjadi pada bulan Muharram.

Isi Khutbah Jumat 4 Juli 2025 tentang Bulan Muharram

Kalender Hijriah

Ilustrasi bulan Muharram. foto/Istockphoto

Isi khutbah Jumat 4 Juli 2025 bisa menjadi pilihan tema paling bagus untuk disampaikan kepada para jamaah.

Pasalnya, pada Jumat tersebut, bertepatan dengan minggu pertama bulan Muharram. Terdapat sejumlah amalan khusus dan keistimewaan yang dapat menjadi panduan umat Islam dalam rangka menghidupkan bulan Muharram.

Berikut merupakan contoh naskah khutbah Jumat yang bisa digunakan pada tanggal 4 Juli 2025 dengan tema tentang bulan Muharram:

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْأَحْكَامَ لِإِمْضَاءِ عِلْمِهِ الْقَدِيمِ، وَأَجْزَلَ الْإِنْعَامَ لِشَاكِرِ فَضْلِهِ الْعَمِيمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْبَرُّ الرَّحِيمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ بِالدَّيْنِ الْقَوِيمِ، الْمَنْعُوتُ بِالْخُلُقِ الْعَظِيمِ.

صَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيمِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولاً فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Jamaah shalat Jumat yang berbahagia....

Di bulan Muharram yang mulia ini, mari senantiasa bermuhasabah diri untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa. Selain itu, amal shalih dan kebajikan kepada sesama manusia perlu diperbanyak untuk menjaga ukhuwah Islamiyah.

Insyaallah dengan bekal iman, taqwa, dan amal shalih, kita bakal memperoleh kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia hingga akhirat.

Solawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad salallahu alaihiwas salam. Semoga pada hari yang ditetapkan nanti kita mendapat syafaatnya. Aamiin Allahhumma Aamiin.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah......

Pada kesempatan kali ini, khatib akan menyampaikan satu judul khutbah yaitu tentang bulan Muharram.

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dengan sistem penanggalan Qomariyah. Pada bulan tersebut, terdapat peristiwa yang masyhur, yaitu migrasi umat Islam ke Madinah.

Kemudian, pada bulan tersebut juga menjadi waktu syahidnya Imam Husain dan anggota keluarga Nabi Muhammad lainnya selama pertempuran Karbala, hingga Nabi Musa dan Bani Israil dibebaskan oleh Allah Swt. dari Firaun dan pasukannya.

Bulan Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram dan dimuliakan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

Sebagai umat Islam, kita hendaknya berhati-hati dalam menjaga perilaku dan memperbanyak amalan ibadah di bulan Muharram. Allah telah menjanjikan kepada hamba-Nya akan melipatgandakan seluruh amal kebaikan yang dilakukan di bulan-bulan haram, termasuk bulan Muharram.

Selain keutamaan tersebut, umat Islam juga dianjurkan untuk menjalankan puasa yang sayang untuk ditinggalkan yaitu puasa sunnah Tasu’a dan Asyura.

Puasa Asyura merupakan puasa yang utama setelah puasa Ramadhan. Bahkan, berpuasa Asyura memiliki keutamaan dapat menghapus dosa selama setahun yang lalu.

Dari Sahabat Abu Qatadah, bahwa Nabi Muhammad bersabda, “Puasa Hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar Ia mengampuni dosa setahun yang lalu,” (HR at-Tirmidzi).

Ini menunjukkan betapa besarnya pahala dan rahmat Allah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah di bulan ini. Oleh karena itu, bulan Muharram bisa menjadi momentum bagi seluruh umat Islam untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri.

Sebagaimana hijrah Nabi Muhammad SAW yang menjadi tonggak penanggalan Hijriah, kita pun diharapkan dapat melakukan hijrah batiniah, yakni berpindah dari keburukan menuju kebaikan, dari lalai menjadi taat.

Demikian isi khutbah pertama yang bisa khotib sampaikan. Semoga membawa keberkahan dalam menjalani bulan Muharram 1447 H.

Menutup khutbah pertama, khatib selalu mengajak diri sendiri maupun seluruh jemaah untuk selalu meningkatkan iman dan takwa, apalagi selama bulan Muharram.

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ ِللهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo