Menuju konten utama

Apa Itu Hormon hCG, Fungsi, dan Berapa Kadarnya dalam Tubuh?

Hormon hCG merupakan salah satu hormon yang berperan penting dalam kehamilan. Simak fungsi dan kadarnya di tubuh ibu hamil dalam artikel berikut.

Apa Itu Hormon hCG, Fungsi, dan Berapa Kadarnya dalam Tubuh?
Ilustrasi preeklamasia. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - hCG adalah salah satu hormon yang dihasilkan oleh plasenta selama proses kehamilan selain estrogen, progesteron, oksitosin, prolaktin, serta relaxin. Kepanjangan dari hCG adalah human chorionic gonadotropin.

Fungsi hCG salah satunya mendeteksi terjadinya pembuahan antara sel sperma dan sel telur di dalam rahim.

Selain itu, selama proses kehamilan, hCG berperan menebalkan dinding rahim hingga meningkatkan sekresi progesterone.

Berikut ini penjelasan terkait pengertian, fungsi, kadar, serta gangguan kelebihan atau kekurangan hormon hCG.

Apa Itu Hormon hCG?

hCG tergolong sebagai glikoprotein yang terdiri dari dua subunit, yaitu alfa dan beta. Ada beberapa bentuk yang ditemukan dalam serum dan urine selama kehamilan, termasuk hormon utuh dan masing-masing subunit bebas.

hCG diproses dan dipecah menjadi beberapa molekul oleh hati. Sementara itu, 20 persen di antaranya dibuang dalam urin. Subunit beta terdegradasi di ginjal untuk membuat fragmen inti yang diukur dengan tes hCG urin.

Sebagaimana dijelaskan singkat di awal, hormon hCG dihasilkan oleh jaringan trofoblas, biasanya ditemukan pada embrio awal dan merupakan bagian dari plasenta.

Sel yang memproduksi hCG tersebut bernama sel sinsitiotrofoblas. Di samping itu, hCG juga dihasilkan oleh kelenjar hipofisis, hati, dan usus besar, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil.

Hormon hCG ditemukan dalam urin dan darah ibu hamil sekitar 10-11 hari setelah terjadinya proses fertilisasi. Karena itulah tes kehamilan biasanya dilakukan menggunakan test pack untuk mengecek ada-tidaknya hCG dalam urine.

S. Tyastuti dan H. P. Wahyuningsih dalam buku Asuhan Kebidanan Kehamilan (2016) menuliskan bahwa kandungan hCG mengalami puncak produksi pada usia 8-11 minggu kehamilan.

Sel telur yang dibuahi sperma di dinding rahim memicu plasenta memproduksi hCG. Hormon hCG kemudian dilepaskan plasenta ke dalam darah dan urine ibu hamil. Butuh waktu sekitar 11 hari agar hormon hCG masuk ke dalam darah. Untuk masuk ke urine, hormon hCG memerlukan waktu lebih lama.

Di sisi lain, dalam kasus yang jarang terjadi, tubuh seseorang secara umum dapat memproduksi hCG apabila mengidap penyakit kanker trofoblas (mola hidatidosa, koriokarsinoma, dan tumor sel germinal).

Fungsi Hormon hCG pada Kehamilan

Setelah janin mencapai usia sekitar 10 minggu, produksi hormon hCG akan menurun hingga sisa masa kehamilan. Kendati demikian, hormon hCG telah melakukan berbagai tugas serta fungsi dalam proses kehamilan.

Saat embrio sudah menempel dalam dinding rahim dan plasenta telah memproduksi hCG, hormon lain juga akan ikut terbentuk. Di antaranya seperti estrogen dan progesteron. Lonjakan kedua inilah yang menyebabkan gairah seksual meningkat saat hamil.

Namun, pada dasarnya, salah satu fungsi hCG adalah memerintahkan kepada tubuh ibu untuk berhenti menstruasi saat mengetahui sel telur telah dibuahi oleh sperma. Di samping itu, berikut beberapa fungsi hCG pada kehamilan:

  • Mendorong pemeliharaan korpus luteum untuk mengenali kehamilan pada awal kehamilan.
  • Membantu korpus luteum untuk mengeluarkan hormon progesteron selama trimester pertama, yang berfungsi menopang pertumbuhan janin.
  • Membantu menebalkan lapisan rahim untuk perkembangan embrio.
  • Meningkatkan sekresi progesterone dari korpus luteum.
  • Berperan dalam diferensiasi/proliferasi sel dan dapat mengaktifkan apoptosis.
  • hCG dapat menjadi penghubung plasenta untuk pengembangan imunotoleransi lokal ibu hamil, sesuai penjelasan dalam jurnal yang ditulis Schumacher A, dkk. berjudul "Human chorionic gonadotropin as a central regulator of pregnancy immune tolerance" (2013).
  • Kadang hCG punya kaitan dengan tingkat keparahan mual yang dialami ibu hamil pada pagi hari atau disebut juga hiperemesis gravidarum.
  • hCG dapat digunakan secara klinis menginduksi ovulasi di ovarium serta produksi testosteron di testis.
Kemiripannya dengan LH (Luteinizing hormone), membuat hCG sering dimanfaatkan dalam aspek medis yang lain. Misalnya, beberapa organisasi mengumpulkan urin dari wanita hamil untuk mengekstrak hCG dan digunakan dalam perawatan kesuburan.

Berapa Kadar hCG pada Ibu Hamil?

Hormon hCG meningkat lebih cepat sekitar hampir 2 kali lipat setiap 3 hari selama 8-10 minggu pertama kehamilan. Di dunia medis, tingkat kecepatan peningkatan hormon hCG di awal kehamilan justru dimanfaatkan untuk melihat serta menentukan perkembangan janin.

Kadar hCG dalam kandungan ibu hamil dapat dideteksi melalui darah dan urin. Pertama, tes darah merupakan tes yang lebih akurat dalam mengetahui kadar hCG karena mampu mendeteksi jumlah hormon tersebut, sesedikit apapun.

Tes darah untuk mendeteksi hormon hCG terbagi 2 jenis, yakni tes kualitatif dan kuantitatif. Tes kualitatif tidak menentukan jumlah hCG dalam darah, melainkan kebenaran adanya hormon kehamilan tersebut. Tes kuantitatif atau tes beta mampu mengukur kadar hCG dalam darah, dengan satuan mili-internasional hCG per mililiter darah (mIU/mL).

Kedua, tes urine, yakni tes yang biasanya dilakukan untuk cek kehamilan. Tes ini bertujuan mengetahui kandungan hCG menggunakan strip kimia yang kemudian dilumuri urine.

Untuk mengetahui ada tidaknya hormon tersebut melalui tes urine, diperlukan kadar hCG yang lebih tinggi sehingga mendapatkan hasil positif. Tes urine dapat dilakukan beberapa kali untuk membandingkan hasil apabila belum yakin.

Situs My Cleveland Clinic menuliskan kadar peningkatan hormon hCG pada ibu hamil pada trimester pertama sebelum menurun sebagai berikut:

Minggu sejak periode menstruasi terakhirkadar hCG (mIU/mL)
35 – 50
45 – 426
518 - 7.340
61.080 - 56.500
7 - 87.650 - 229.000
9 - 1225.700 - 288.000
13 - 1613.300 - 254.000
17 - 244.060 - 165.400
25 - 403.640 - 117.000

Gangguan Jika Hormon hCG Terlalu Tinggi atau Rendah dan Penyebabnya

Kadar hCG yang terlalu rendah maupun tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan janin. Pertama, hCG yang rendah atau meningkat secara tidak normal biasanya disebabkan 2 faktor, yakni keguguran awal atau kehamilan di lokasi yang salah.

Keguguran awal mengindikasikan janin tidak dapat bertahan lantaran terjadi masalah. Misalnya, jumlah kromosom salah. Sementara itu, kehamilan dislokasi terjadi karena janin tumbuh di tempat yang salah seperti di luar rahim (kehamilan ektopik).

Kadar hCG rendah juga dapat disebabkan perhitungan yang salah. Namun, apabila kadar hCG tidak sesuai standar, tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengubahnya.

Kedua, hCG yang begitu tinggi atau meningkat terlalu cepat mengindikasikan kehamilan mola. Kehamilan mola terjadi ketika janin tidak terbentuk serta plasenta berkembang sebagai tumor. Selain itu, kadar hCG yang tinggi dapat mengindikasikan janin kembar.

Baca juga artikel terkait NEW TIMELESS atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fadli Nasrudin