tirto.id - Belakangan ini istilah “Auroreg” sedang viral di berbagai media sosial, seperti TikTok, X, dan Instagram. Adapun fenomena tersebut muncul di wilayah kota dan kabupaten Malang, Jawa Timur. Lantas, apa itu Auroreg Malang fenomena cahaya yang sedang viral? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Fenomena cahaya yang disebut sebagai Auroreg menarik perhatian masyarakat luas, khususnya warga Malang Raya. Fenomena cahaya itu disebut lebih sering muncul pada bulan Agustus hingga September. Di berbagai video yang beredar, fenomena cahaya Auroreg banyak terlihat di daerah Gondanglegi yang ada di Malang Selatan.
Auroreg diklaim sebagai sebuah peristiwa alam yang sangat jarang terjadi di belahan bumi lainnya. Akun TikTok bernama @mzainuddinzdn menulis, “Finland mah lewat, Malang Selatan juga punya fenomena langka… auroreg (aurora horeg) ”.
Lain lagi dengan akun @annafadhila29 yang menyatakan bahwa, ternyata ia pernah melihat Aurora disertai dengan ikon tertawa hingga menangis.
Apa Itu Auroreg Malang?
Aurora merupakan peristiwa alam yang berupa pancaran cahaya dengan warna-warni di langit malam. Fenomena alam tersebut muncul saat partikel bermuatan dari Matahari, yang disebut angin matahari, berinteraksi dengan atmosfer Bumi.
Pada umumnya Aurora terlihat di daerah yang berdekatan dengan kutub magnetik Bumi, yaitu Utara dan Selatan. Di belahan bumi utara disebut sebagai Aurora Borealis (Cahaya Utara). Sedangkan di belahan bumi selatan disebut dengan Aurora Australis (Cahaya Selatan).
Sementara itu, Auroreg adalah fenomena yang dapat ditemukan di sejumlah wilayah Jawa Timur bagian selatan. Di antaranya adalah Banyuwangi Selatan, Malang Selatan, dan beberapa kota lainnya di Jawa Timur.
Auroreg ini biasanya akan lebih sering muncul pada bulan Agustus sampai dengan September. Hal itu karena pada bulan-bulan tersebut bersamaan dengan momen hari kemerdekaan Indonesia. Sehingga masyarakat berbondong-bondong untuk merayakannya dengan berbagai acara yang meriah.
Adapun Auroreg adalah pancaran cahaya dengan warna-warna yang terlihat di langit pada malam hari. Pancaran cahaya itu diikuti dengan suara musik jedag-jedug yang menggelegar.
Auroreg adalah salah satu fenomena alam yang sangat jarang ditemui di belahan bumi manapun. Pada video ini, Auroreg terjadi di Gondanglegi (Malang Selatan) dan berlangsung antara bulan Agustus-September.
— Kegoblogan.Unfaedah (@kegblgnunfaedh) September 14, 2025
🎥 mzainuddinzdn pic.twitter.com/laYJb6i3vZ
Kenapa Disebut Auroreg?
Istilah Auroreg muncul karena adanya perpaduan antara kata “Aurora” dan “Sound Horeg”. Dengan demikian, maka timbullah sebuah istilah baru yaitu “Auroreg”.
Salah satu video yang beredar, memperlihatkan pemandangan langit malam yang berupa cahaya warna-warni mirip dengan Aurora. Fenomena cahaya tersebut terjadi di daerah Gondanglegi, Malang Selatan.
Pemandangan cahaya yang menakjubkan tersebut bukan Aurora asli, tetapi berasal dari lampu dengan sound horeg yang memiliki tenaga besar dan suara keras. Adapun netizen beranggapan bahwa fenomena Auroreg adalah "Aurora khas Indonesia" yang langka terjadi di belahan bumi manapun.
Apakah Fenomena Auroreg Berbahaya?
Mengutip laman resmi National Geographic, lampu listrik dapat menghasilkan emisi karbon dioksida dan plastik. Hal itu dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan atau yang disebut dengan polusi cahaya.
Polusi cahaya adalah penggunaan cahaya buatan di luar ruangan yang berlebihan atau tidak tepat. Polusi tersebut dapat mempengaruhi kesehatan manusia, perilaku hewan liar, hingga dapat mengganggu pandangan ketika akan mengamati bintang atau benda langit lainnya.
Cahaya buatan dapat memberi pengaruh buruk terhadap ritme tubuh alami pada manusia dan hewan. Cahaya nokturnal dapat mengganggu tidur dan mengacaukan the circadian rhythm yang memandu aktivitas siang dan malam serta mempengaruhi proses fisiologis di hampir semua organisme hidup.
Salah satu contohnya adalah produksi hormon melatonin yang dilepaskan saat gelap dan terganggu saat ada cahaya. Meningkatnya jumlah cahaya pada malam hari dapat menurunkan produksi melatonin. Hal itu dapat menyebabkan insomnia, kelelahan, sakit kepala, stres, kecemasan, dan masalah kesehatan lainnya.
Bagi pembaca yang ingin mengakses kumpulan artikel yang sedang viral, bisa melalui link berikut ini:
Penulis: Tifa Fauziah
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































