tirto.id - Asian Development Bank (ADB) mengumumkan kesiapan paket dukungan keuangan bagi negara-negara anggotanya yang terdampak perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dana talangan tersebut dirancang untuk membantu mitigasi guncangan ekonomi dan keuangan akibat eskalasi ketegangan regional.
Presiden ADB Masato Kanda menyatakan, lembaganya akan memberikan dukungan yang cepat, fleksibel, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara. Fokus utama adalah pada penguatan ketahanan jangka panjang.
"ADB akan memberikan dukungan yang cepat, fleksibel, dan dapat disesuaikan untuk membantu negara-negara mengatasi tekanan mendesak dan memperkuat ketahanan jangka panjang, terutama melalui dukungan anggaran yang dapat dicairkan dengan cepat serta pembiayaan perdagangan dan rantai pasokan guna menjamin impor barang-barang penting, yang kini mencakup minyak," ujar Masato Kanda dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Ia menambahkan langkah ini sejalan dengan rekam jejak ADB dalam mendukung kawasan Asia dan Pasifik selama masa-masa ketidakpastian global.
Bank pembangunan multilateral itu disebut memiliki sumber daya yang cukup untuk melindungi operasi yang sedang berjalan maupun yang direncanakan. ADB juga siap memperluas dukungan darurat sesuai kebutuhan negara anggota, termasuk dengan memanfaatkan cadangan pinjaman kontra-siklus.
Masato bilang, ADB terus memantau perkembangan pasar global dan dampaknya terhadap perekonomian Asia Pasifik. Beberapa risiko utama yang diidentifikasi meliputi fluktuasi harga energi, tekanan inflasi, serta gangguan pada neraca transaksi berjalan.
Analisis terbaru lembaga tersebut menunjukkan bahwa gangguan rute pengiriman telah menyebabkan lonjakan biaya dan perpanjangan waktu tempuh.
Risiko pasokan tidak hanya terjadi pada sektor energi, tetapi juga bahan baku industri utama seperti petrokimia dan pupuk. Kondisi ini berdampak serius terhadap sektor pertanian dan produksi pangan.
Selain itu, perekonomian yang bergantung pada pariwisata dan pengiriman uang menghadapi kerentanan yang semakin parah. Konflik yang sedang berlangsung juga meningkatkan ketidakpastian dan memperketat kondisi keuangan di seluruh kawasan, memberikan tekanan pada nilai tukar mata uang dan arus modal.
Dua Komponen Utama Dukungan
Untuk merespons kondisi tersebut, ADB menyiapkan dua komponen utama intervensi. Pertama, dukungan anggaran yang dapat dicairkan dengan cepat bagi negara-negara anggota yang menghadapi tekanan fiskal meningkat.
ADB akan menggunakan fasilitas dukungan kontrasiklus untuk membantu pemerintah menstabilkan perekonomian dan melindungi kelompok masyarakat paling rentan.
Kedua, Program Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasokan (TSCFP) ADB akan mendukung sektor swasta dalam memastikan kelancaran impor barang-barang penting, termasuk energi dan pangan. ADB memutuskan untuk mengaktifkan kembali dukungan bagi impor minyak di bawah program ini untuk periode terbatas.
ADB menyatakan telah memulai pembicaraan dengan sejumlah negara anggota yang terkena dampak parah mengenai kemungkinan dukungan segera.
Lembaga tersebut akan terus bekerja sama erat dengan pemerintah, mitra pembangunan, dan sektor swasta untuk memastikan respons yang terkoordinasi dan efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi kelompok miskin dan rentan.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id




































