Menuju konten utama

AS dan Iran Berencana Berunding di Pakistan Akhir Pekan Ini

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan, pembicaraan akan mencakup isu rudal, milisi yang terkait Iran, serta jaminan keamanan bagi negara itu.

AS dan Iran Berencana Berunding di Pakistan Akhir Pekan Ini
Konfilk Iran dan Amerika . FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Iran akan menggelar dialog akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan.

Dalam wawancara dengan harian Italia Corriere della Sera, Rabu (25/3), Grossi mengatakan pembicaraan tersebut akan mencakup isu yang lebih luas.

Topik yang dibahas antara lain rudal, milisi yang terkait dengan Iran, serta jaminan keamanan bagi negara itu.

"Kali ini, pembicaraan juga akan mencakup soal rudal, milisi yang terkait dengan Republik Islam, dan jaminan keamanan bagi Iran," kata Grossi, seperti dilaporkan Antara.

Ia menyebut kemungkinan adanya solusi sementara yang bisa disepakati, meski tidak harus bersifat militer. Grossi mengatakan ada rencana diplomatik alternatif yang memungkinkan dua pendekatan sekaligus.

Pertama, penghentian sementara pengayaan uranium karena kondisi politik, militer, dan kepercayaan "yang belum memungkinkan" dan kedua, isu tersebut akan dikaji kembali dalam lima hingga 10 tahun mendatang.

Menanggapi adanya upaya mediasi tersebut, Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, berharap ada hasil konkret dari proses tersebut.

"Kami berharap upaya yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dipaksakan kepada Iran akan membuahkan hasil," kata dubes kepada kantor berita IRNA, yang dikutip Antara, Rabu (25/3/2026).

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan negaranya siap menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik saat ini.

Pada Selasa, surat kabar New York Times yang mengutip pejabat anonim, melaporkan bahwa Washington telah menyerahkan kepada Iran rencana 15 poin untuk mengatasi konflik Timur Tengah di tengah meningkatnya dampak eskalasi terhadap ekonomi AS.

Sehari sebelumnya, Presiden Donald Trump mengatakan AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat positif dan produktif selama dua hari belakangan.

Trump mengaku telah menginstruksikan Pentagon untuk menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas aksi tersebut, dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Serangan gabungan As dan Israel terhadap Iran terus berlangsung sejak 28 Februari.

Serangan itu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah di Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan balasan itu menelan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar dan penerbangan global.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Alfons Yoshio Hartanto