tirto.id - Menjelang akhir tahun, wacana libur panjang kembali menjadi perhatian masyarakat. Namun, tidak semua kalangan akan merasakan libur panjang tersebut. Lantas, siapa saja yang menjadi target kebijakan libur akhir tahun selama dua minggu ini?
Secara umum, libur akhir tahun identik dengan kalender pendidikan. Peserta didik dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK menjadi kelompok utama yang hampir selalu mendapatkan libur panjang di penghujung tahun. Libur ini biasanya bertepatan dengan berakhirnya semester ganjil dan dimanfaatkan siswa untuk beristirahat sebelum memasuki semester baru.
Selain siswa, tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga termasuk dalam kelompok yang berpotensi menikmati libur akhir tahun. Meski demikian, durasi libur bagi tenaga pendidik sering kali tidak sepenuhnya dua minggu karena masih ada kewajiban administratif, seperti penyusunan laporan hasil belajar atau persiapan kegiatan akademik awal tahun.
Siswa Akan Libur Akhir Tahun Selama Dua Minggu
Kegiatan libur akhir tahun bagi siswa juga diatur dalam SE Kemendikdasmen Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kegiatan Murid Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. SE tersebut diterbitkan dengan tujuan memberikan pedoman kepada sekolah dan orang tua selama liburan berlangsung.
“Aktivitas liburan diharapkan memberikan ruang bagi keluarga untuk berkegiatan, bepergian, melakukan rekreasi, menggunakan gawai secara bijak, dan aktivitas positif lainnya,” tutur Sekretaris Jenderal Kemdikdasmen, Suharti.
Melalui SE tersebut, Kemendikdasmen mengimbau kepada pemerintah daerah hingga orang tua untuk memastikan pemenuhan hak, perlindungan, dan keamanan murid selama libur, serta memastikan murid kembali ke sekolah dalam keadaan sehat, selamat, dan siap belajar pada awal semester berikutnya.
Berikut adalah jadwal libur akhir tahun dan kapan masuk bagi siswa untuk Semester II TA 2025/2026 di tiap daerah:
- Aceh: 22 Desember 2025–4 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Sumatera Utara: 22 Desember 2025–4 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Sumatera Barat: 22 Desember 2025–4 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Sumatera Selatan: 22 Desember 2025–4 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Bengkulu: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Riau: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Kepulauan Riau: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Jambi: 20 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Lampung: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Bangka Belitung: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- DKI Jakarta: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Banten: 20 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Jawa Barat: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 12 Januari 2026.
- Jawa Tengah: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- DI Yogyakarta: 22–31 Desember 2025 dan masuk 2 Januari 2026.
- Jawa Timur: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Bali: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Kalimantan Barat: 20 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Kalimantan Timur: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026
- Kalimantan Selatan: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026
- Kalimantan Tengah: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026
- Kalimantan Utara: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Nusa Tenggara Barat (NTB): 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Nusa Tenggara Timur (NTT): 20 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Gorontalo: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Sulawesi Barat: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 2 Januari 2026.
- Sulawesi Tengah: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 2 Januari 2026.
- Sulawesi Tenggara: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 2 Januari 2026.
- Sulawesi Utara: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 7 Januari 2026.
- Sulawesi Selatan: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Maluku: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 2 Januari 2026
- Maluku Utara: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Papua: 19 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Papua Selatan: 19 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Papua Tengah: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
- Papua Pegunungan: 22 Desember 2025–6 Januari 2026 dan masuk 7 Januari 2026.
- Papua Barat: 22 Desember 2025–3 Januari 2026 dan masuk 2 Januari 2026.
- Papua Barat Daya: 21 Desember 2025–4 Januari 2026 dan masuk 5 Januari 2026.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id







































