Menuju konten utama

18 Hektare Lahan Ogan Ilir Terbakar, Diduga Sengaja Buat Kebun

Kebakaran 18 hektare lahan rawa dan semak di Ogan Ilir diduga sengaja dipicu untuk pembukaan kebun sawit. Polda Sumsel buru pelaku pembakaran.

18 Hektare Lahan Ogan Ilir Terbakar, Diduga Sengaja Buat Kebun
Tim pemadam melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Ogan Ilir, Sumsel, Jumat (10/7/2026). FOTO/Manggala Agni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 18 hektare di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), terindikasi kuat sengaja dibakar. Tim Manggala Agni menemukan bukti awal bahwa pembakaran semak belukar tersebut sengaja dilakukan demi membuka lahan perkebunan sawit baru secara instan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menyebut karhutla di Sumsel terus meluas. Penyebab mayoritas munculnya api diduga akibat disengaja untuk membuka kebun.

Beberapa hari terakhir, wilayah Kabupaten Ogan Ilir menjadi fokus penanganan karena setiap hari terjadi karhurla. Banyaknya lahan kosong dengan vegetasi semak belukar, purun, dan gelam, menjadi pemicu.

Sejak kemarin, Senin (13/7/2026), tim Manggala Agni berjibaku memadamkan api di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir. Pada saat itu, areal yang terbakar diperkirakan 15 hektare dalam satu hamparan.

Hingga tadi malam, tim baru berhasil memadamkan sekitar 4 hektare yang terbakar. Medan yang sulit dan malam hari membuat tim dari BPBD Ogan Ilir, polri, TNI, MPA, dan tim pemadam swadaya masyarakat, menghentikan pemadaman karena membahayakan jiwa personil.

Api kembali muncul di lokasi yang sama pada Selasa (14/7/2026). Belum diketahui luasan lahan yang terdampak karena proses pemadaman masih berlangsung.

Di lokasi ini, tim menemukan dugaan adanya unsur kesengajaan dengan tujuan membuka lahan. Di sekitar titik terdapat perkebunan sawit dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman yang turut terbakar.

Di hari yang sama, tim pemadam juga melakukan operasi pemadaman di Desa Tanjung Seteko, Indralaya, Ogan Ilir. Sedikitnya 3 ha lahan rawa mineral dengan vegetasi semak belukar, gegas, dan akasia hangus terbakar.

Di titik ini, tim berhasil menjinakkan api dan semua titik terkendali. Kepemilikan lahan yang terbakar diketahui perseorangan.

Ferdian mengungkapkan, kebakaran yang terjadi didominasi akibat adanya dugaan sengaja untuk membuka kebun. Api merambat ke lahan sekitar dan sulit dikendalikan sehingga pelaku meninggalkan api yang membesar.

"Kalau indikasi awal penyiapan kebun, di sekitar sudah jadi kebun sawit," ungkap Ferdian, Selasa (14/7/2026).

Ferdian menyebut tim sudah kerap mengingatkan masyarakat untuk menghentikan aktivitas pembakaran di kawasan hutan dan lahan. Api sangat cepat membesar dengan adanya material kering dan hembusan angin yang kencang.

"Kami mohon agar tidak lagi membakar untuk membuka lahan, atau membakar sampah yang berpotensi menyebabkan api meluas," kata Ferdian.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menegaskan, pihaknya berkomitmen menyelidiki setiap kejadian karhutla. Hal ini bertujuan memberikan sanksi hukum dan efek jera bagi pelaku.

"Kami selidiki semua setiap karhutla yang terjadi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api," kata Nandang.

Baca juga artikel terkait KASUS KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Siti Fatimah