tirto.id - Sebanyak 15 rekan kuliah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan kesiapannya untuk memberikan kesaksian di persidangan. Belasan saksi dari lingkaran pertemanan masa studi ini akan dihadirkan dalam sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu yang mendudukkan Roy Suryo dan dr Tifa sebagai terdakwa.
Kuasa hukum para saksi, Ade Darmawan, mengatakan para saksi merupakan teman satu angkatan, satu fakultas, hingga satu kelas dengan Jokowi semasa kuliah. Dia juga membeberkan, dua rekan kuliah Jokowi yang bernama Mustoha Iskandar dan Prono sempat mendatangi kediaman Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada Rabu (15/7/2026).
Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyegarkan kembali ingatan para saksi terhadap keterangan yang sebelumnya telah disampaikan kepada penyidik.
“Kami memastikan saksi-saksi ini bisa hadir semua tanpa terkecuali. Kita cek kesehatannya dan ingatan mereka mengenai apa yang dulu disampaikan saat BAP. Ini kan sudah hampir satu tahun lebih, sehingga perlu kita cross-check kembali. Yang kita pastikan adalah konsistensi pada apa yang sudah disampaikan,” kata Ade.
Ia mengungkapkan sedikitnya terdapat 14 hingga 15 saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan. Seluruhnya merupakan rekan kuliah Jokowi di UGM yang lulus pada tahun yang sama.
“Ada 14 sampai 15 orang. Teman kuliah semua dari UGM dan fakultas yang sama, lulus tahun yang sama, dan teman satu kelas beliau. Bahkan ada teman yang dulu dikirim ke Aceh bareng,” ujarnya.
Menurut Ade, kehadiran para saksi bertujuan untuk memberikan keterangan berdasarkan pengalaman riil mereka selama menempuh pendidikan bersama Jokowi. Ia berharap kesaksian tersebut dapat meluruskan berbagai tudingan miring yang selama ini beredar mengenai riwayat pendidikan mantan presiden tersebut.
“Intinya kita perang dengan kebohongan, lawan hoaks, karena ini adalah kejahatan kekerasan verbal. Tuduhan Pak Jokowi memalsukan [ijazah] dan teman-temannya palsu itu hal yang tidak beradab, yang memang harus kita luruskan kepada publik,” tegasnya.
Ade juga memastikan bahwa rencana menghadirkan para saksi ini bukan atas permintaan Jokowi pribadi, melainkan murni pergerakan spontan dari lingkungan pertemanan masa kuliah.
“Bukan Pak Jokowi yang meminta. Semua saksi yang diperiksa itu adalah inisiatif dari teman-teman Pak Jokowi sendiri,” tukasnya.
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






























