Menuju konten utama

Warga Tangsel Pingsan akibat Bau Sisa Kebakaran Gudang Kimia

Pemkot Tangsel taburkan puluhan karung karbon aktif di aliran Sungai Jaletreng sejauh 2 kilometer.

Warga Tangsel Pingsan akibat Bau Sisa Kebakaran Gudang Kimia
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, saat meninjau lokasi kebakaran gudang insektisida dan berbicara dengan pengelola gudang taman tekno/ Foto: Jupri Nugroho
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Empat hari setelah gudang kimia di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terbakar, persoalan belum selesai. Api memang padam, tetapi residu diduga bahan kimia masih menyisakan aroma menyengat. Puing-puing sisa kebakaran pun belum diangkut.

Di depan bangunan gudang yang hangus, material sisa kebakaran tampak menumpuk. Potongan besi yang diduga rangka dan rak penyimpanan terlihat berserakan. Puluhan drum plastik biru pun masih berada di sekitar lokasi.

Sejumlah drum tampak berisi cairan dan diletakkan tanpa penutup tambahan. Kondisi itu memicu bau tajam yang menyebar hingga sekitar 100 meter dari titik kebakaran. Aromanya menyerupai minyak tanah, namun terasa lebih kuat.

Sejumlah pekerja dan warga yang beraktivitas di sekitar kawasan mengaku pusing. Bahkan, beberapa orang dilaporkan sempat pingsan.

“Iya, pingsan. Pagi lagi bikin kue, tiba-tiba jatuh. Awalnya sempat keluar dulu ke sini,” ujar Rohman, penjaga keamanan yang bekerja di area dekat gudang, Kamis (12/2/2026).

Rohman mengatakan, korban sempat mengeluh pusing sebelum akhirnya kehilangan kesadaran. Di lingkungan tempat ia bekerja, setidaknya ada dua orang yang mengalami pingsan dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau di tempat saya, dua orang,” katanya.

Ia berharap puing sisa kebakaran segera dibersihkan. Menurutnya, bau yang terus bertahan bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan penghuni kawasan.

“Soalnya kalau baunya gini terus, kami terganggu juga, dan khawatir bisa membahayakan penghuni kawasan,” ujarnya.

Limbah B3 Bisa Menguap & Terhirup

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menebar karbon

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, saat menebar karbon di aliran Sungai Jaletreng bersama beberapa unsur pemerintah di Tangsel, pada Kamis (12/02/2026). Foto : Jupri Nugroho

Keluhan bau menyengat juga dirasakan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, saat meninjau lokasi. Pilar menilai, apabila puing sisa kebakaran tidak segera ditangani, residu yang diduga berasal dari bahan kimia dapat menguap dan menyebar.

Ia meminta pemilik gudang segera mengangkut puing ke fasilitas pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Jangan sampai residu ini yang tadinya pestisida cair, lalu menguap, dan partikel-partikel kecilnya ini kehirup oleh masyarakat atau penghuni kawasan tersebut,” kata Pilar.

Menurut Pilar, persoalan bukan hanya pada udara, tetapi juga potensi pencemaran air. Pemkot Tangsel mengkhawatirkan jika hujan turun, residu kebakaran bisa terbawa masuk ke saluran dan bermuara ke sungai.

Sebagai langkah darurat, Pemkot Tangsel melakukan penanganan di aliran Sungai Jaletreng. Bubuk karbon aktif berwarna hitam ditebarkan dari titik hulu Sungai Jaletreng di Kelurahan Setu, Kecamatan Setu.

Puluhan karung karbon aktif ditaburkan di aliran sungai hingga sepanjang kurang lebih 2 kilometer.

Karbon aktif itu, kata Pilar, diperoleh dari pengusaha gudang kimia yang terbakar sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut.

“Langkah paling cepat yang kami lakukan hari ini adalah penanganan di sungai menggunakan karbon aktif, dengan harapan dapat mengikat senyawa kimia sisa kebakaran,” ujar Pilar usai kegiatan, Kamis (12/2/2026).

Pilar mengatakan, Pemkot Tangsel juga berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan agar residu kebakaran segera diangkut dan diolah di fasilitas limbah B3.

“Kami khawatir jika hujan turun, residu bisa masuk ke sungai dan berdampak lebih luas. Karena itu pembersihan harus segera dilakukan,” jelasnya.

Pilar menyebut, selain karbon aktif, Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk kemungkinan penggunaan bahan atau teknologi tambahan guna menetralisir zat kimia yang tersisa.

DPRD Tangsel, kata dia, juga mengusulkan penebaran bibit ikan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem sungai. Namun, langkah itu baru akan dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman.

“Jadi penanganan ini bukan langkah terakhir, tapi pemantauan kualitas air dan lingkungan akan terus dilakukan hingga kondisi Sungai Jaletreng dipastikan kembali normal dan aman bagi ekosistem maupun masyarakat,” kata Pilar.

Di luar penanganan dampak kebakaran, Pemkot Tangsel juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kelengkapan izin dan dokumen bangunan di kawasan Taman Tekno.

Pilar menyebut pemeriksaan akan mencakup Sertifikat Laik Fungsi (SLF), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga kesesuaian izin melalui sistem OSS.

“Kami akan lakukan pembenahan bersama. Semua gudang dan industri akan dicek kembali, mulai dari proteksi kebakaran hingga kelayakan bangunan. Ini harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Pilar.

Puing Belum Diangkut, Tunggu Kepolisian

Sisa Residu di Gudang Insektisida di taman tekno

Hari ke 4 usai kebakaran puing dan sisa residu di gudang insektisida di taman tekno masih belum dibereskan. Bau menyengat masih kuat hingga membuat beberapa pekerja di sekitar gedung pingsan/ Foto : Jupri Nugroho

Sementara itu, Manajer Operasional PT Biotek Saranatama, Luki, mengatakan pihaknya sudah memiliki rencana untuk memindahkan puing sisa kebakaran. Ia menyebut, perusahaan telah menjalin kerja sama untuk mengelola limbah B3, termasuk rencana pembuangan ke wilayah Kabupaten Bogor.

“Pascakebakaran sebenarnya kami sudah mau membuang puing-puing ini ke Kabupaten Bogor, kita sudah ada kerja sama dengan pihak lain untuk mengelola limbah B3,” katanya.

Namun, rencana itu belum bisa dijalankan karena puing-puing masih dibutuhkan untuk pemeriksaan dan penyelidikan kepolisian.

“Tapi kemarin kata polisi ini masih dibutuhkan untuk penyelidikan. Maka kalau sudah diizinkan hari ini kami langsung alihkan puing-puingnya dari sini,” pungkasnya.

==============

Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN PABRIK atau tulisan lainnya dari Tangsel_Update

tirto.id - Flash News
Kontributor: Tangsel_Update
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Siti Fatimah