Menuju konten utama

Wamenkeu Sebut SAL Pemerintah di Himbara Saat Ini Hanya Rp281 T

Wamenkeu sebut proses pengembalian dana SAL ke Himbara masih berlangsung. Saat ini, total SAL di Himbara sebear Rp281 triliun.

Wamenkeu Sebut SAL Pemerintah di Himbara Saat Ini Hanya Rp281 T
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kiri) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kedua kanan) setibanya untuk perkenalan wakil menteri baru di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung memperkenalkan dirinya sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, mengonfirmasi bahwa posisi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang ditempatkan di perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat ini berada di angka Rp281 triliun.

Juda menjelaskan bahwa sebelumnya sempat terjadi penarikan dana sebesar Rp110 triliun pada bulan Juni lalu. Namun, dana yang ditarik tersebut dikembalikan lagi ke Himbara dengan jumlah yang sama.

"Dari Rp281 triliun kan awalnya, Rp110 triliun ditarik. Ini dikembalikan lagi Rp110 triliun, jadi tetap Rp281 triliun," ujar Juda di Komplek DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Juda memastikan bahwa proses pengembalian dana tersebut akan segera dilakukan sepenuhnya. Saat ini proses pengembalian dana tersebut masih berlangsung.

"Iya, sebentar lagi lah, segera (dikembalikan)," jawab Juda menegaskan.

Selain memastikan posisi Rp281 triliun, Juda juga mengungkapkan adanya skenario tambahan dana standby untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas ke depan.

Pemerintah menyiapkan tambahan Rp100 triliun yang masih ditempatkan di Bank Indonesia (BI) dan bersifat siaga atau standby liquidity.

"Itu dijaga sampai dengan bulan Desember. Terus ada tambahan Rp100 triliun, in case masih diperlukan. Jadi semacam standby lah gitu," jelasnya.

Dengan tambahan tersebut, total dana yang berpotensi ditempatkan di perbankan bisa meningkat hingga Rp381 triliun.

Akan Ditambah

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa pemerintah telah menarik sebagian dana SAL yang ditempatkan di Himbara. Namun, usai mengumpulkan direksi Himbara pada Jumat (26/2/2026) dan menyatakan akan menambah penempatan dana untuk mengatasi likuiditas yang mengering.

Juda menyatakan, penempatan dana ini justru dapat menambah peredaran uang dan melemahkan rupiah. "Saya kira ini kan untuk likuiditas, untuk pertumbuhan ekonomi. Kan kita juga lihat apakah uang yang ada di perbankan itu digunakan untuk spekulasi atau tidak," kat dia.

Lebih jauh ia menambahkan bahwa pelemahan rupiah saat ini bukan disebabkan oleh spekulasi. Tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga agar suku bunga tidak melonjak dan perbankan memiliki likuiditas untuk menyalurkan kredit.

"Perbankan juga punya likuiditas untuk menyalurkan kredit. Karena demand-nya ada. Permintaan kredit itu sebenarnya tinggi. Cuma kalau likuiditas terbatas kan tentu saja dampaknya adalah bank juga berhati-hati untuk menyalurkan," tuturnya.

Sebagai informasi, dari total dana yang ditempatkan tahun lalu sekitar Rp300 triliun, telah ditarik beberapa bulan terakhir sehingga tersisa Rp170 triliun.

Pemerintah, seperti dituturkan Purbaya, kemudian mengembalikan dan menambah secara bertahap hingga totalnya mencapai Rp400 triliun, dengan rincian Rp200 triliun jangka panjang, Rp100 triliun jangka menengah, dan Rp100 triliun fleksibel.

“Jadi Rp400 triliun,” ujar Purbaya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana