Menuju konten utama

RI Kena Bea Masuk 10% ke AS, Mendag Incar Tarif Lebih Rendah

Mendag Budi Santoso menyebut tarif Indonesia ke AS saat ini 10 persen dan pemerintah masih berupaya mendapatkan tarif yang lebih rendah.

RI Kena Bea Masuk 10% ke AS, Mendag Incar Tarif Lebih Rendah
Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri peluncuran Pojok UMKM Pilihan Busan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Budi mengungkapkan realisasi impor daging sapi saat ini baru sekitar 40 persen dari kuota yang telah diberikan. tirto.id/Nanda Surya
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah masih berupaya mendapatkan tarif perdagangan yang lebih rendah dari Amerika Serikat. Upaya tersebut dilakukan meski tarif yang berlaku bagi Indonesia saat ini disebut sebesar 10 persen.

“Sementara kan itu masih berlaku, tapi kita akan mengejar untuk lebih banyak lagi mendapatkan tarif yang lebih bagus,” kata Budi usai menghadiri peluncuran Pojok UMKM Pilihan Busan di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (12/8/2026).

Budi mengatakan tarif 10 persen yang diterima Indonesia berkaitan dengan inisiasi Section 301 yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat. Ia juga mengatakan bahwa Indonesia termasuk negara yang mendapatkan tarif 10 persen dalam investigasi terkait forced labor.

“Terus membuat inisiasi Section 301 itu dan sudah selesai dilakukan yang forced labornya kita kena 10 persen, beberapa negara lain sebagian besar negara lain kena 12,5 persen,” ujarnya.

Menurut Budi, tarif sebesar 10 persen saat ini merupakan tarif yang berlaku bagi Indonesia. Ia menyebut angka tersebut relatif ringan karena Indonesia telah memiliki Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal dengan Amerika Serikat.

“Indonesia dapat yang 10 persen artinya ringan gitu ya kenapa? karena Indonesia sudah mempunyai ART salah satunya jadi sekarang yang berlaku per 24 Juli ini adalah yang 10 persen,” ujarnya.

Ia mengatakan Indonesia saat ini berada dalam posisi berbeda dibandingkan sejumlah negara lain yang masih berupaya menyelesaikan kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat.

“Karena negara-negara lain sekarang masih ngejar ART, kita sudah selesai,” ujarnya.

Budi mencontohkan Thailand yang masih berupaya mendapatkan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Menurutnya, negara tersebut masih menjadwalkan pembahasan lanjutan untuk memperoleh ART, sementara Indonesia telah menyelesaikannya.

“Negara lain seperti kemarin ketemu Thailand. Mendag Thailand bilang akhir tahun ini terus akan rapat dengan Amerika untuk mendapatkan ART sementara kita udah selesai,” kata Budi.

Baca juga artikel terkait KEMENDAG atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana