tirto.id - Ribuan buruh dijadwalkan menggelar demonstrasi massa di Jakarta pada hari ini, Selasa (29/9/2026). Massa diperkirakan akan memadati sekitaran area Gedung DPR/MPR RI di Senayan. Rekayasa lalu lintas (lalin) berikut ini akan diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Sebelumnya, unjuk rasa tersebut digelar kelompok buruh untuk mengawal pembahasan dan rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan. RUU ini kini tengah dibahas DPR dan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.
Dalam unjuk rasa ini, diperkirakan ada 200.000 massa yang turut serta. Jumlah tersebut berasal dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPI).
Kelompok massa buruh itu diproyeksikan akan berkumpul di kompleks parlemen, menyampaikan tuntutan di luaran Gedung DPR/MPR RI, kemudian perwakilan dari mereka melakukan audiensi dengan anggota parlemen.
Pengesahan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan merupakan tuntutan utama mereka, selain sejumlah tuntutan sampingan, seperti penghentian mekanisme outsourcing, menjamin upah yang layak, cuti haid dan pemenuhan hak buruh perempuan, lapangan pekerjaan untuk penyandang disabilitas, dan lainnya.
Rekayasa Lalu Lintas saat Demo 29 September
Menukil akun Instagram resmi TMC Polda Metro Jaya, demonstrasi massa buruh hari ini diperkirakan akan membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta padat kendaraan. Hal itu diproyeksikan terjadi di sejumlah ruas jalan di kawasan Senayan.
Sejumlah ruas jalan yang diperkirakan akan padat selama pelaksanaan unjuk rasa buruh itu termasuk Jalan Gatot Subroto; Jalan Palmerah Timur; Jalan Gerbang Pemuda; Jalan Asia Afrika; Jalan Gelora; Jalan Tentara Pelajar; Jalan Pejompongan Raya; dan Semanggi.
Menurut akun TMC Polda Metro Jaya, pihak kepolisian merespons potensi kepadatan kendaraan itu dengan rekayasa lalin di sekitaran lokasi unjuk rasa. Rekayasa ini disebut akan berlangsung “secara situasional sesuai kondisi lapangan”.
"Pengguna jalan diimbau mengatur waktu perjalanan, menggunakan rute alternatif, serta mengikuti arahan petugas untuk menjaga kelancaran,” tulis keterangan TMC Polda Metro Jaya.
Seturut unggahan tersebut, rekayasa lalu lintas akan diterapkan di ruas jalan sekeliling kompleks parlemen. Rekayasa ini tampaknya akan dipusatkan di depan Gerbang Gedung DPR/MPR RI yang biasa digunakan sebagai lokasi unjuk rasa.
Kemudian Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Gelora, hingga Palmerah Timur diperkirakan akan mengalami rekayasa berdasarkan situasi di lapangan. Bentuk rekayasa dapat berupa penutupan penuh maupun pembukaan sebagian.
Sementara itu, dalam unggahan TMC Polda Metro Jaya, pihak kepolisian menyebut bahwa rekayasa lalu lintas tersebut diperkirakan akan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesainya unjuk rasa.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































