Menuju konten utama

Wamenkes: Anak Tak Diimunisasi Bisa Picu Wabah hingga Kematian

Wamenkes Dante meminta setiap pemerintah daerah mendorong berbagai inovasi daerah untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Wamenkes: Anak Tak Diimunisasi Bisa Picu Wabah hingga Kematian
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam acara Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026). tirto.id/Rahma Dwi Safitri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan bahwa anak-anak yang tak menerima satu pun dosis vaksin imunisasi dasar rutin bisa membuka peluang adanya wabah penyakit hingga menyebabkan kematian.

Hal ini disampaikan Dante dalam acara Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).

“Karena sekali mereka zero dose maka akan membuka peluang untuk jadi wabah, untuk kesakitan, dan bahkan kematian dari anak-anak tersebut,” kata Dante.

Dante menyinggung kejadian luar biasa (KLB) campak yang sempat terjadi dan menyebabkan sejumlah anak meninggal dunia. Dia menyebut seharusnya adanya hal ini bisa dikendalikan sebab bukan penyakit baru dan telah ada vaksinnya hingga tata pelaksanannya.

Adapun salah satu penyebabnya, katanya, adalah masih banyaknya anak yang belum mendapatkan vaksin.

“Tidak diimunisasi Campak, tidak diimunisasi Polio, tidak diimunisasi DPT, dan lain-lain. Jadi ada 2,3 juta anak di seluruh Indonesia yang

tidak diimunisasi,” tutur Dante.

Dante menambahkan cakupan imunisasi nasional saat ini memang telah mencapai sekitar 80 persen. Namun, angka tersebut dinilai belum cukup untuk membentuk kekebalan kelompok.

Menurutnya membentuk herd immunity atau imunitas komunal sehingga tidak menular dari satu anak ke anak lainnya itu membutuhkan cakupan imunisasi hingga 90 persen

Oleh karena itu, Dante meminta agar setiap pemerintah daerah dapat mendorong berbagai inovasi daerah untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi agar tidak ada lagi kasus penyakit yang dapat dicegah melalui vaksin.

Terlebih maraknya misinformasi dan hoaks terkait imunisasi yang dinilai memperburuk rendahnya cakupan vaksinasi anak.

“KLB Campak yang terjadi adalah pengingat kita bahwa misinformasi bisa membunuh. Hoaks di media sosial menciptakan kesenjangan yang fatal,” ujar Dante.

Baca juga artikel terkait IMUNISASI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto