Menuju konten utama

Viral Tylenol/Paracetamol Sebabkan Autisme, Hoaks atau Fakta?

Isu Tylenol picu autisme ramai dibahas. Hoaks atau fakta medis? Temukan jawaban berdasarkan WHO dan pendapat ahli.

Viral Tylenol/Paracetamol Sebabkan Autisme, Hoaks atau Fakta?
Ilustrasi Paracetamol. foto/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan kontroversial terkait penggunaan Tylenol yang dapat menyebabkan autisme. WHO turut bersuara menanggapi pernyataan Trump tersebut. Hoaks atau fakta?

Dalam pidato pada Senin (22/9/2025) kemarin, Donald Trump yang didampingi oleh para pejabat kesehatan senior termasuk Robert F. Kennedy Jr. menyatakan jika kandungan asetaminofen, bahan aktif dalam Tylenol menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka autisme.

Tylenol adalah nama merek untuk obat pereda rasa nyeri yang dikenal dengan nama asetaminofen di AS dan secara internasional disebut dengan parasetamol.

Donald Trump Instruksikan Ibu Hamil Batasi Penggunaan Tylenol

Trump secara khusus meminta para ibu hamil untuk memberikan batasan mengkonsumsi Tylenol jika tidak ingin anak yang dilahirkannya menderita autisme.

"Mengonsumsi Tylenol tidak baik. Semua ibu hamil harus berkonsultasi dengan dokter mereka tentang pembatasan penggunaan obat ini selama kehamilan," ujar Donald Trump dikutip The Guardian.

Tak hanya itu, Donald Trump juga menyoroti jadwal vaksin yang berdekatan turut memperbesar kemungkinan anak menderita autisme.

AP News melaporkan jika pernyataan Trump tentang Tylenol dan jadwal vaksin itu didukung oleh beberapa elemen masyarakat terutama mereka yang pro gerakan anti vaksin.

Donald Trump dalam kampanye pemerintahannya “Make America Great Again (MAGA)” memang menyoroti angka autisme di Amerika Serikat yang meningkat. Tak heran jika ia memberikan perhatian lebih untuk menekan angka autisme di negaranya tersebut.

WHO Tegaskan Tylenol Tidak Berbahaya

WHO menekankan bahwa semua obat harus digunakan dengan hati-hati selama kehamilan, terutama pada trimester pertama. Namun, klaim bahwa acetaminophen (Tylenol) menyebabkan autisme dianggap tidak berdasar.

WHO yang menyatakan bahwa studi-studi sebelumnya yang mengaitkan acetaminophen dengan autisme memiliki kelemahan metodologis dan kini telah didiskreditkan.

Berdasarkan studi berskala besar dan berkualitas tinggi dari berbagai negara, WHO membantah juga pernyataan Trump yang mengatakan jadwal vaksin yang terlalu berekatan menyebabkan autisme pada anak.

Justru adanya pemberian vaksin ini diketahui telah menyematkan setidaknya 154 juta jiwa dalam lima dekade terakhir.

Direktur Center for Autism Research Excellence (CARE) di Boston University sekaligus pendiri Coalition of Autism Scientists yang telah meneliti autisme selama puluhan tahun, Helen Tager-Flusberg juga menganggap pernyataan Trump itu tidak berdasar.

Lebih lanjut, Helen lebih mengkhawatirkan efek psikologis ibu-ibu yang mempunyai anak autis setelah mendengar pernyataan Trump. Mereka bisa saja merasa tertekan, dan menyalahkan diri sendiri karena merasa merekalah yang menyebabkan anak mereka autis.

“Ibu dari anak autis bisa merasa sangat bersalah, seolah-olah mereka telah menyebabkan autisme anak mereka, padahal itu sama sekali tidak benar,” ucap Helen dilansir laman NPR

.

Baca juga artikel terkait OBAT-OBATAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra