tirto.id - Bentrok antara pasukan Thailand dan Kamboja di wilayah perbatasan masih terus berlanjut hingga Selasa (9/12), setelah kedua pihak saling menyalahkan atas tembakan pada Minggu (7/12) dan Senin (8/12), seperti dilansir dari AP News.
Melansir The Independent, konflik terbaru pecah setelah pertempuran kecil, Minggu malam (7/12) waktu setempat, yang menewaskan seorang tentara Thailand, meski gencatan senjata telah disepakati pada Juli 2025 lalu.
Konflik lima hari sebelumnya, yang dipicu oleh sengketa klaim wilayah, menewaskan puluhan warga sipil dan militer serta memaksa lebih dari 100.000 orang mengungsi.
Pemicu Kembali Pecahnya Perang Thailand Kamboja
Melansir AFP, pasukan Thailand terus menembaki wilayah Kamboja hingga Selasa (9/12) dan menewaskan dua warga sipil, menurut Kementerian Pertahanan Kamboja.
Militer Thailand melepaskan tembakan ke wilayah perbatasan di Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja setelah tengah malam. Serangan ini menewaskan dua warga sipil yang berada di Jalan Nasional 54.
Sementara itu, militer Thailand mengklaim pasukan Kamboja telah menembakkan artileri ke sebuah desa di Provinsi Sa Kaeo, Selasa pagi (9/12) waktu setempat, meskipun serangan itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Melalui serangkaian serangan terbaru, militer Kamboja melaporkan tujuh warga sipil tewas dan lainnya terluka, Selasa (9/12). Sementara itu, juru bicara militer Thailand menyebut satu prajurit tewas dan 29 lainnya terluka pada serangan yang sama, seperti dilansir AP News.
Akar Sejarah Sengketa Teritorial
Konflik ini berakar dari perselisihan yang telah berlangsung lebih dari satu abad terkait perbatasan yang ditetapkan pada masa kolonial Prancis, yang mana kedua negara mengklaim kuil yang berada di wilayah perbatasan.
Klaim teritorial mereka sebagian besar berasal dari peta tahun 1907 yang dibuat saat Kamboja berada di bawah kekuasaan Prancis, yang dianggap Thailand tidak akurat.
Melansir AP News, Mahkamah Internasional pada tahun 1962 telah memberikan kedaulatan kepada Kamboja atas kompleks kuil Preah Vihear yang berusia 1.000 tahun. Namun, wilayah di sekitar kuil masih diperebutkan oleh Thailand dan Kamboja hingga saat ini.
Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Internasional. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id





























