tirto.id - Kilang Pertamina Dumai di Provinsi Riau alami kebakaran pada Rabu (1/9/2025) lalu. Kebakaran sempat disertai dengan ledakan keras. Lantas, apa penyebabnya?
Melansir Antara, kebakaran yang terjadi di salah satu areal kilang minyak PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Dumai itu baru berhasil dipadamkan sekira tengah malam.
Sebagaimana dilaporkan, kobaran api berhasil dikendalikan petugas pemadam kebakaran pada pukul 23.20 WIB.
Kebakaran ini sempat membuat masyarakat sekitar kilang khawatir karena adanya suara ledakan keras yang terjadi pada sekitar pukul 20.30 WIB, saat kobaran api belum dikendalikan pemadam.
Ledakan itu sempat membuat warga berhamburan keluar rumah keluar rumah karena khawatir rumahnya roboh.
Kilang Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia. Kilang ini juga jadi tempat pengolahan berbagai jenis produk Pertamina, termasuk solar, avtur, Pertalite, dan Pertadex.
Berita Terbaru Kebakaran Kilang Pertamina Dumai, Apa Penyebab Sudah Diketahui?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa investigasi penyebab kebakaran di Kilang Dumai hingga kini masih dilakukan.
Pada Kamis (2/10), Bahlil menjelaskan bahwa ia sudah mengirimkan tim dari Kementerian ESDM, namun detail penyebab terbakarnya kilang belum selesai diselidiki.
"Tim saya belum pulang dari lokasi [kebakaran]," jelas Bahlil usai mengikuti Peluncuran Logo Baru BPH Migas di Jakarta.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan bahwa kebakaran tersebut tidak mengganggu proses produksi.
"Kalau laporan semalam yang saya dapat dari GM-nya, tidak ada gangguan. Tetap berproduksi, tetap beroperasi," tuturnya.
Hal itu senada dengan yang disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Dumai, Agustiawan.
Pada Kamis, Agustiawan menyatakan bahwa pasokan BBM tetap terjaga meskipun terjadi kebakaran pada Rabu.
"Stok dan distribusi BBM tetap berada pada level aman," katanya.
Ia juga menuturkan bahwa stok produk Pertalite di Kilang Dumai tidak terdampak kebakaran, sehingga pasokan BBM bersubsidi ini masih terkendali untuk wilayah Sumatra Bagian Utara.
Selain itu, kebutuhan solar di area Dumai dan Siak, juga kebutuhan avtur di Pekanbaru juga dipastikan Agustiawan tetap bisa dipenuhi oleh Kilang Dumai.
Namun, untuk kebutuhan area Sumatra Bagian Utara lainnya, Agustiawan menjelaskan akan didukung dengan alih suplai dari kilang Pertamina yang lain.
"Dengan dukungan kilang-kilang lain di seluruh Indonesia, kami memastikan tidak ada gangguan suplai untuk masyarakat," tuturnya.
PT Pertamina Patra Niaga sebagai distributor produk Pertamina juga mengungkapkan bahwa suplai kebutuhan energi tetap berjalan pada taraf aman meskipun terjadi kebakaran kilang pada Rabu malam.
Hal itu disampaikan oleh Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara, Fahrougi Sumampouw, pada Kamis.
"Pertamina menjamin penyaluran energi masyarakat tetap berjalan normal. Pelayanan di SPBU, agen, pangkalan LPG, serta lembaga penyalur BBM Satu Harta di seluruh wilayah Sumbagut tetap beroperasi optimal," kata Fahrougi dalam keterangannya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id

































