tirto.id - Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava dan awan panas hari ini, Kamis, 2 Oktober 2025 hingga 2,5 km ke arah Kali Boyong. Pembaca dapat menyimak info status Gunung Merapi terkini beserta rekomendasi yang dikeluarkan oleh otoritas mitigasi bencana.
Berdasarkan laporan harian yang diterbitkan oleh MAGMA Indonesia dan dikelola Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, Gunung Merapi saat ini berada di level III atau siaga. Gunung dengan ketinggian 2968 mdpl ini masih berpotensi mengalami erupsi efusif.
Masyarakat yang berada di radius tertentu tidak diperkenankan melakukan aktivitas. Sementara itu, potensi guguran lava dan awan panas diperkirakan mencapai jarak maksimal 7 km.
Info Situasi Gunung Merapi Hari Ini Kamis, 2 Oktober 2025
Seturut laman MAGMA Indonesia, dikutip pada hari Kamis, 2 Oktober 2025, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2500 meter. Kemudian, teramati 7 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.
Sementara itu, data pengamatan kegempaan menunjukkan 1 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 59 mm dan lama gempa 225.36 detik. Gempa guguran juga terjadi 29 kali dengan amplitudo 1-14 mm dan lama gempa 45.34-146.31 detik.
Kemudian, terjadi 31 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-20 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 9.33-66.03 detik.
Pengamatan visual Gunung Merapi hari ini Kamis, (2/10/2025) menunjukkan tertutup kabut dengan skala 0-II, cuaca berawan hingga mendung dan angin tenang ke arah barat. Meski sampan mengalami guguran awan panas, pengamatan visual menunjukkan asap kawah nihil.
Secara umum, status Gunung Merapi Jogja pada hari ini, Kamis, 2 Oktober 2025 berada di Level III atau Siaga.
Status siaga diberikan pada gunung api yang mengalami letusan atau menimbulkan bencana, seperti peningkatan intensif pada aktivitas seismik.
Pada level level III atau siaga, otoritas terkait akan melakukan sosialisasi pada wilayah yang terancam, menyiapkan sarana darurat, melakukan koordinasi harian, hingga piket penuh.
Melihat aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif, Balai Taman Nasional (BTN) Gunung Merapi kembali menerbitkan surat pengumuman berupa penutupan jalur pendakian Gunung Merapi hingga waktu yang belum bisa ditentukan, tertanggal 20 Agustus 2025.
Berikut info situasi Gunung Merapi hari ini, Kamis, 2 Oktober 2025:
- Status: Level III atau Siaga
- Pengamatan visual: tertutup kabut, cuaca mendung, dan asap kawah nihil.
- Pengamatan kegempaan: 1 kali gempa awan panas guguran, 29 kali gempa guguran 31 kali gempa hybrid/fase banyak.
- Keterangan lainnya: 1 kali awan panas guguran ke arah Kali Boyong (2,5 km) dan 7 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih (1,8 km).
Rekomendasi bagi Masyarakat Sekitar Gunung Merapi Jogja
Berdasarkan hasil pengamatan ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM menelaah adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara, potensi awan panas meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Berikut daftar rekomendasi yang dikeluarkan oleh MAGMA Indonesia:
- Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
- Masyarakat diimbau mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
- Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
- Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id


































