Menuju konten utama

Purbaya Ungkap Waktu Pembatasan Pertalite untuk Warga Desil 10

Purbaya akan membatasi BBM bersubsidi bagi desil 10 dalam beberapa bulan untuk menekan subsidi dan menghemat APBN sekitar 10 persen.

Purbaya Ungkap Waktu Pembatasan Pertalite untuk Warga Desil 10
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pembatasan Pertalite bagi golongan desil 10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akan dilakukan beberapa bulan mendatang.

Namun demikian, ia memastikan penyesuaian penerima manfaat subsidi BBM ini dilakukan bukan untuk memperketat penyaluran subsidi BBM, melainkan agar bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat tersebut bisa tersalurkan dengan lebih tepat sasaran.

“Enggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti, yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang Desil 10, kita batasi dulu,” katanya kepada awak media, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

Melalui penyesuaian ini, pemerintah tidak hanya akan memastikan penerima manfaat dapat lebih tepat sasaran, namun juga diharapkan dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dari hitungan Purbaya, penyesuaian penerima manfaat BBM bersubsidi dinilai akan menghemat sekitar 10 persen anggaran belanja negara. Hanya saja, sampai saat ini pemerintah masih menghitung berapa besar penghematan yang dapat dilakukan pemerintah dari penyesuaian penerima manfaat subsidi BBM yang akan segera dimulai tersebut.

“Nanti ada penghematan, kita masih menghitung. Kira-kira sepersepuluhnya kalau enggak salah,” sambungnya.

Sebelumnya, pada pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pekan lalu, Purbaya mengatakan bahwa Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM telah sepakat untuk membatasi penggunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite bagi kalangan masyarakat kelas atas, khususnya yang masuk dalam desil 9-10 dalam DTSEN. Melalui kebijakan ini, subsidi BBM diharapkan menjadi lebih tepat sasaran.

"Kita membahas kemungkinan implementasi membatasi subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas. Mungkin yang desil 9, 10. Supaya nanti bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," kata Purbaya, di Kementerian Keuangan, Selasa (11/8/2026).

Purbaya mengatakan sistem pendataan Pertamina dinilai sudah cukup baik dan siap mengimplementasikan skema pembatasan tersebut.

"Nanti, kan, kita sedang uji sistem, Pertamina sedang menguji sistem saya sudah melihat sistemnya. Mereka bisa aja yang desil 9-10 enggak bisa beli yang bersubsidi. Dia mesti bayar harga Pertamax atau (nonsubsidi) yang lain," jelasnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana