tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyebut penyakit patah tulang banyak dialami penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Budi mengatakan ada dua rumah sakit lapangan yang telah beroperasi untuk membantu korban gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di Flores, NTT pada 15 Agustus 2026.
"Itu sudah beroperasi kemarin, dan sudah bisa melakukan operasi, terutama patah tulang karena banyak sekali yang patah tulang di (bagian) sini, (bagian) sini, sekarang sudah beroperasi dua rumah sakit itu," katanya di Jawa Timur, mengutip Antara, Kamis (20/8/2026).
Budi menjelaskan sekitar 40 keluarga telah dilayani oleh dua rumah sakit lapangan tersebut.
Sebelumnya, Kemenkes menyatakan telah mendirikan dua rumah sakit lapangan untuk menangani korban gempa di NTT yang hingga kini masih membutuhkan bantuan kesehatan.
"Kami laporkan ada dua rumah sakit lapangan yang kami kirimkan. Di Rumah Sakit Ruteng karena cukup parah dan hari ini telah melakukan operasi di tenda, termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo Nagekeo, kita operasikan hari ini, sudah berjalan. Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes Sumarjaya.
Kemenkes juga bekerja sama dengan Basarnas untuk mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak cukup parah dan sulit terjangkau, misalnya puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Manggarai Timur.
"Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," tuturnya.
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































