Menuju konten utama

Korban Meninggal Gempa NTT 73 Orang, Terbanyak Manggarai Timur

Kemenkes mendirikan dua rumah sakit lapangan untuk menangani korban gempa di NTT yang hingga kini masih membutuhkan bantuan kesehatan.

Korban Meninggal Gempa NTT 73 Orang, Terbanyak Manggarai Timur
Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026) tersebut menyebabkan ratusan rumah rusak di pulau berpenduduk sekitar 11.000 jiwa dan berjarak 20-30 kilometer dari pusat gempa. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu bertambah menjadi 73 orang, berdasarkan data sementara yang dihimpun unsur SAR gabungan hingga Rabu (19/8/2026) malam.

"Berdasarkan hasil pendataan sementara unsur SAR tanggal 19 Agustus 2026 per pukul 18.00 WITA, jumlah korban meninggal dunia tercatat 73 orang, sementara korban luka-luka mencapai 931 orang, sehingga total keseluruhan korban terdampak gempa sebanyak 1.004 orang," kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, dikutip Kamis (20/8/2026).

Fathur merinci, korban terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Timur dengan 24 orang meninggal dunia, 198 orang luka berat, dan 421 orang luka ringan.

Menyusul Kabupaten Manggarai, terutama di wilayah Reo/Reok dengan 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan. Di Kabupaten Nagekeo tercatat 11 orang meninggal dunia, 13 orang luka berat, dan 9 orang luka ringan, sementara di Kabupaten Sikka terdapat 5 orang meninggal dunia, 18 orang luka berat, dan 22 orang luka ringan.

Adapun di Kabupaten Ngada, korban meninggal dunia tercatat 2 orang dengan 17 orang luka berat dan 19 orang luka ringan. Kabupaten Ende juga mencatat 2 orang meninggal dunia, 5 orang luka berat, dan 67 orang luka ringan, sedangkan Kabupaten Manggarai Barat mencatat jumlah korban paling sedikit dengan 2 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat, dan 4 orang luka ringan.

"Data korban masih bersifat sementara dan dalam proses verifikasi serta konsolidasi lapangan," ujar Fathur.

Selain merilis data korban, Fathur juga melaporkan perkembangan operasi SAR di lapangan per pukul 18.30 Wita. Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi secara medis satu korban bernama Adelina Ndimas, warga Kampung Liang Dalo, Desa Golowontong, Kecamatan Lambaleda Utara, yang mengalami fraktur di bagian kepala.

Korban dievakuasi dari Posko Medis Damer di Desa Satar Padut, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, menuju RSUD Labuan Bajo menggunakan helikopter Dauphin Basarnas AS N3+ HR-3604.
Fathur menambahkan, tim SAR gabungan di Manggarai Timur telah melakukan penyisiran di bangunan-bangunan runtuh di sekitar Kampung Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, dengan hasil nihil korban. Penyisiran serupa di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, juga tidak menemukan korban maupun permintaan evakuasi medis.

Di sisi lain, helikopter Dauphin Basarnas dikabarkan telah bertolak dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, menuju Kecamatan Pota untuk menggeser lima tenaga kesehatan beserta logistik kesehatan dari Kementerian Kesehatan guna memperkuat penanganan medis di lokasi terdampak.

Fathur menegaskan bahwa proses pendataan dan pencarian korban masih terus berlangsung, sehingga angka korban berpotensi berubah seiring konsolidasi data dari seluruh posko lapangan.

Kemenkes Dirikan 2 Rumah Sakit Lapangan di NTT

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendirikan dua rumah sakit lapangan untuk menangani korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang hingga kini masih membutuhkan bantuan kesehatan.

"Kami laporkan ada dua rumah sakit lapangan yang kami kirimkan. Di Rumah Sakit Ruteng karena cukup parah dan hari ini telah melakukan operasi di tenda, termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo Nagekeo, kita operasikan hari ini, sudah berjalan. Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes, Sumarjaya, dalam konferensi pers bersama BNPB yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (19/8/2026) dilansir dari Antara.

Kemenkes juga bekerja sama dengan Basarnas untuk mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak cukup parah dan sulit terjangkau, misalnya puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Manggarai Timur.

"Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," tuturnya.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto