tirto.id - Gempa bumi kembali mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini, Kamis (20/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kekuatan gempa kali ini mencapai magnitudo 5,7 dengan episentrum di darat.
Seturut BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.47 WIB. Episentrum gempa tercatat berada di darat, tepatnya wilayah Manggarai, NTT.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M5.7 pada kedalaman 10 km,” ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulis, Kamis.
Gempa ini disebut BMKG tidak berpotensi memicu tsunami, namun episentrum gempa yang berada di darat membuat dampak gempa dapat dirasakan oleh masyarakat di berbagai kabupaten sekitar Manggarai.
Kabupaten Manggarai dilaporkan menjadi wilayah paling terdampak. Masyarakat di sana merasakan gempa dengan skala intensitas V hingga VI MMI.
“Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak,” kata Wijayantto.
Selain itu, getaran juga dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Nagekeo dan Ende. Skala getaran yang terasa disebut mencapai skala intensitas V dan dapat dirasakan semua penduduk.
Gempa juga masih dirasakan warga Kabupaten Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Sikka. Namun, intensitas gempa yang terasa lebih kecil, sekitar III hingga IV pada skala MMI.
BMKG menjelaskan bahwa gempa yang kembali terjadi pada hari ini merupakan rangkaian dari rentetan gempa yang telah melanda NTT sejak Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut berkekuatan M7,7 melanda Flores dan sempat memicu gelombang tsunami di sejumlah titik.
Sampai dengan 20 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 3.489 kali. Kekuatan gempa susulan yang paling besar mencapai magnitudo 6,2.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































