Menuju konten utama

Daftar Kecelakaan Kapal di Indonesia: 4 Kejadian dalam Sebulan

Empat kecelakaan kapal terjadi di Indonesia dalam sebulan, menewaskan korban dan memicu evaluasi keselamatan pelayaran serta akurasi manifes penumpang.

Daftar Kecelakaan Kapal di Indonesia: 4 Kejadian dalam Sebulan
Kapal Negara (KN) Masalembo yang membawa korban kebakaran kapal KM Mutiara Sentosa II bersiap untuk bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Rentetan kecelakaan kapal kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sedikitnya empat insiden tercatat dalam 37 hari, melibatkan kapal penumpang maupun kapal yang sedang bersandar, dengan jenis kecelakaan mulai dari kebakaran hingga kapal tenggelam.

Empat kejadian tersebut melibatkan KMP Mutiara Sentosa II, KM Prince Soya, KMP Putri Yasmin, dan KM Nurul Salsa. Insiden-insiden itu menelan sejumlah korban jiwa dan beberapa yang dilaporkan hilang.

Rangkaian kecelakaan ini juga mendorong pemerintah memperkuat pengawasan keselamatan pelayaran, termasuk mengevaluasi operator kapal dan membenahi sistem manifes agar data penumpang, awak, kendaraan, dan muatan lebih akurat.

“Yang paling dekat kami lakukan adalah kita melakukan audit terhadap keempat perusahaan tersebut, untuk mengetahui sampai seberapa jauh mereka mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dikutip Antara, Rabu (19/8/2026).

Daftar Kecelakaan Kapal di Indonesia Sebulan Terakhir

Berikut daftar kecelakaan kapal di Indonesia yang terjadi dalam kurun waktu pertengahan Juli hingga 20 Agustus 2026:

1. KMP Mutiara Sentosa II

Tanggal kejadian: 2 Agustus 2026

Lokasi: Perairan utara Sumenep, Jawa Timur

Pemilik/operator: PT Atosim Lampung Pelayaran

Jenis kecelakaan: Kebakaran

Jumlah penumpang: 238

Selamat: 233 orang

Meninggal: 5 orang

Temuan awal KNKT: Asap pertama terlihat berasal dari kendaraan di car deck.

Status sebelum kecelakaan: Telah menjalani uji petik Marine Inspector dan dinyatakan laik laut serta memiliki dokumen keselamatan yang dipersyaratkan.

Kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur, pada 2 Agustus 2026 memasuki tahap penanganan pascakecelakaan setelah Basarnas mengakhiri monitoring aktif pada 9 Agustus lalu.

Evakuasi korban selamat dilakukan oleh sejumlah kapal dan unsur penyelamat. KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 110 orang, TB Hasnur sebanyak 62 orang, KN Permadi sembilan orang, Selaras Mas 13 orang, KRI Nala 30 orang, dan KMP Mutiara Ferindo I delapan orang.

Lima korban meninggal dunia dievakuasi oleh KM Meratus Pematang Siantar sebanyak dua orang, KRI Nala dua orang dan KMP Mutiara Ferindo I satu orang.

KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep

Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang berpenumpang sekitar 250 orang penumpang tersebut mengalami kebakaran saat melakukan pelayaran dari Surabaya ke Makassar dan saat ini masih belum bisa dipastikan jumlah korbannya. ANTARAFOTO/Umarul Faruq/sgd

2. KMP Putri Yasmin

Tanggal kejadian: 12 Agustus 2026

Lokasi: Lintasan Padang Bai–Lembar

Pemilik/operator: PT Jemla Ferry

Jenis kecelakaan: Kebakaran

Berhasil dievakuasi: 212 orang

Selamat: 211 orang

Meninggal: 1 orang

Masih dalam pencarian: 4 orang berdasarkan laporan masyarakat

Temuan awal KNKT: Asap pertama terlihat berasal dari kendaraan di car deck.

Status sebelum kecelakaan: Telah menjalani uji petik Marine Inspector dan dinyatakan laik laut serta memiliki dokumen keselamatan yang dipersyaratkan.

Insiden KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, berakhir pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah operasi SAR berlangsung selama delapan hari. Operasi tersebut bahkan diperpanjang satu hari sebelum akhirnya ditutup.

Selama operasi berlangsung, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 212 orang, yang terdiri atas 211 orang selamat dan satu orang meninggal dunia, sedangkan empat korban lainnya masih belum ditemukan.

Selain persoalan pencarian, kecelakaan KMP Putri Yasmin mengungkap masalah serius mengenai akurasi data manifes. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa terdapat perbedaan besar antara jumlah orang yang tercatat dalam manifes dengan jumlah orang yang berhasil dievakuasi.

Berdasarkan manifes yang dikonfirmasi Basarnas, tercatat hanya 131 orang, terdiri atas 114 penumpang dan 17 ABK. Namun, hasil operasi menunjukkan terdapat 212 orang yang berhasil dievakuasi, terdiri atas 211 orang selamat dan satu orang meninggal.

Perbedaan ini membuat proses pencarian menjadi lebih kompleks karena petugas harus memastikan siapa saja yang sebenarnya berada di kapal pada saat kejadian. Masalah tersebut semakin penting karena posko pengaduan masih menerima laporan dari keluarga maupun masyarakat mengenai empat orang yang diduga masih belum ditemukan.

KMP Putri Yasmin

Foto penumpang KMP Putri Yasmin yang menjadi korban insiden kebakaran di perairan Selat Lombok, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Foto/Dok.SAR Lombok

3. KM Prince Soya

Tanggal kejadian: 1 Agustus 2026

Lokasi: Pelabuhan Samarinda

Pemilik/operator: PT Bunga Teratai

Jenis kecelakaan: Kebakaran (dikategorikan kecelakaan kerja)

Jumlah awak: 37 orang

Selamat: 37 orang

Meninggal: 0

Insiden KM Prince Soya terjadi di area Pelabuhan Samarinda ketika kapal dalam kondisi bersandar dan tidak membawa penumpang. Kebakaran pertama kali diketahui petugas jaga pelabuhan sekitar pukul 11.02 WITA pada Sabtu (1/8) setelah muncul kepulan asap hitam pekat dari bagian dek kapal. Karena kapal sedang kosong, tidak ada penumpang yang berada di dalamnya sehingga insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Setelah melihat adanya asap, petugas jaga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan Pelindo untuk mengerahkan armada pemadam kebakaran.

Untuk sementara, KSOP Kelas I Samarinda menduga kebakaran berkaitan dengan masalah pada sebuah tangki yang berisi oli.

4. KLM Nurul Salsa 01

Tanggal kejadian: 15 Juli 2026

Lokasi: Perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan

Pemilik/operator: Basriadi

Jenis kecelakaan: Tenggelam

Jumlah orang terdata: 76

Selamat: 58 orang

Meninggal: 4 orang

Belum ditemukan: 14 orang

Evakuasi korban KM Nurul Salsa

Tim SAR gabungan mengangkut kantong berisi jenazah yang diduga korban KM Nurul Salsa di atas KN SAR Kamajaya saat tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah diduga korban KM Nurul Salsa yang tenggelam pada Rabu (15/7) di perairan Kepulauan Selayar dan selanjutnya diserahkan kepada tim DVI Polda Sulsel untuk diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar sementara 16 korban lainnya masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Arnas Padda/bar

KM Nurul Salsa mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada 15 Juli 2026.

Awalnya pelayaran berlangsung normal, namun saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi, sekitar 80 kilometer dari Pelabuhan Benteng, kapal mengalami gangguan teknis berupa mati mesin.

Kondisi tersebut membuat kapal kehilangan tenaga penggerak sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terombang-ambing di tengah laut. Setelah beberapa waktu dihantam gelombang dan tidak mampu bertahan, kapal akhirnya tenggelam di perairan Laut Flores.

Setelah kejadian, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang serta awak kapal yang berada di laut.

Pada tahap awal penanganan, jumlah orang yang berada di kapal dilaporkan sebanyak 78 orang. Namun, setelah dilakukan verifikasi bersama kepolisian di Pos SAR Benteng dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, jumlah tersebut diperbarui menjadi 76 orang.

Dari total 76 orang, sebanyak 58 orang berhasil diselamatkan, empat orang meninggal dunia, dan 14 orang masih hilang.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN KAPAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra