tirto.id - Rentetan kecelakaan kapal kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sedikitnya empat insiden tercatat dalam 37 hari, melibatkan kapal penumpang maupun kapal yang sedang bersandar, dengan jenis kecelakaan mulai dari kebakaran hingga kapal tenggelam.
Empat kejadian tersebut melibatkan KMP Mutiara Sentosa II, KM Prince Soya, KMP Putri Yasmin, dan KM Nurul Salsa. Insiden-insiden itu menelan sejumlah korban jiwa dan beberapa yang dilaporkan hilang.
Rangkaian kecelakaan ini juga mendorong pemerintah memperkuat pengawasan keselamatan pelayaran, termasuk mengevaluasi operator kapal dan membenahi sistem manifes agar data penumpang, awak, kendaraan, dan muatan lebih akurat.
“Yang paling dekat kami lakukan adalah kita melakukan audit terhadap keempat perusahaan tersebut, untuk mengetahui sampai seberapa jauh mereka mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dikutip Antara, Rabu (19/8/2026).
Daftar Kecelakaan Kapal di Indonesia Sebulan Terakhir
Berikut daftar kecelakaan kapal di Indonesia yang terjadi dalam kurun waktu pertengahan Juli hingga 20 Agustus 2026:
1. KMP Mutiara Sentosa II
Tanggal kejadian: 2 Agustus 2026Lokasi: Perairan utara Sumenep, Jawa Timur
Pemilik/operator: PT Atosim Lampung Pelayaran
Jenis kecelakaan: Kebakaran
Jumlah penumpang: 238
Selamat: 233 orang
Meninggal: 5 orang
Temuan awal KNKT: Asap pertama terlihat berasal dari kendaraan di car deck.
Status sebelum kecelakaan: Telah menjalani uji petik Marine Inspector dan dinyatakan laik laut serta memiliki dokumen keselamatan yang dipersyaratkan.
Kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur, pada 2 Agustus 2026 memasuki tahap penanganan pascakecelakaan setelah Basarnas mengakhiri monitoring aktif pada 9 Agustus lalu.
Evakuasi korban selamat dilakukan oleh sejumlah kapal dan unsur penyelamat. KM Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 110 orang, TB Hasnur sebanyak 62 orang, KN Permadi sembilan orang, Selaras Mas 13 orang, KRI Nala 30 orang, dan KMP Mutiara Ferindo I delapan orang.
Lima korban meninggal dunia dievakuasi oleh KM Meratus Pematang Siantar sebanyak dua orang, KRI Nala dua orang dan KMP Mutiara Ferindo I satu orang.

2. KMP Putri Yasmin
Tanggal kejadian: 12 Agustus 2026Lokasi: Lintasan Padang Bai–Lembar
Pemilik/operator: PT Jemla Ferry
Jenis kecelakaan: Kebakaran
Berhasil dievakuasi: 212 orang
Selamat: 211 orang
Meninggal: 1 orang
Masih dalam pencarian: 4 orang berdasarkan laporan masyarakat
Temuan awal KNKT: Asap pertama terlihat berasal dari kendaraan di car deck.
Status sebelum kecelakaan: Telah menjalani uji petik Marine Inspector dan dinyatakan laik laut serta memiliki dokumen keselamatan yang dipersyaratkan.
Insiden KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, berakhir pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah operasi SAR berlangsung selama delapan hari. Operasi tersebut bahkan diperpanjang satu hari sebelum akhirnya ditutup.
Selama operasi berlangsung, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 212 orang, yang terdiri atas 211 orang selamat dan satu orang meninggal dunia, sedangkan empat korban lainnya masih belum ditemukan.
Selain persoalan pencarian, kecelakaan KMP Putri Yasmin mengungkap masalah serius mengenai akurasi data manifes. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa terdapat perbedaan besar antara jumlah orang yang tercatat dalam manifes dengan jumlah orang yang berhasil dievakuasi.
Berdasarkan manifes yang dikonfirmasi Basarnas, tercatat hanya 131 orang, terdiri atas 114 penumpang dan 17 ABK. Namun, hasil operasi menunjukkan terdapat 212 orang yang berhasil dievakuasi, terdiri atas 211 orang selamat dan satu orang meninggal.
Perbedaan ini membuat proses pencarian menjadi lebih kompleks karena petugas harus memastikan siapa saja yang sebenarnya berada di kapal pada saat kejadian. Masalah tersebut semakin penting karena posko pengaduan masih menerima laporan dari keluarga maupun masyarakat mengenai empat orang yang diduga masih belum ditemukan.

3. KM Prince Soya Tanggal kejadian: 1 Agustus 2026
Lokasi: Pelabuhan Samarinda
Pemilik/operator: PT Bunga Teratai
Jenis kecelakaan: Kebakaran (dikategorikan kecelakaan kerja)
Jumlah awak: 37 orang
Selamat: 37 orang
Meninggal: 0
Insiden KM Prince Soya terjadi di area Pelabuhan Samarinda ketika kapal dalam kondisi bersandar dan tidak membawa penumpang. Kebakaran pertama kali diketahui petugas jaga pelabuhan sekitar pukul 11.02 WITA pada Sabtu (1/8) setelah muncul kepulan asap hitam pekat dari bagian dek kapal. Karena kapal sedang kosong, tidak ada penumpang yang berada di dalamnya sehingga insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Setelah melihat adanya asap, petugas jaga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan Pelindo untuk mengerahkan armada pemadam kebakaran.
Untuk sementara, KSOP Kelas I Samarinda menduga kebakaran berkaitan dengan masalah pada sebuah tangki yang berisi oli.
4. KLM Nurul Salsa 01
Tanggal kejadian: 15 Juli 2026Lokasi: Perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan
Pemilik/operator: Basriadi
Jenis kecelakaan: Tenggelam
Jumlah orang terdata: 76
Selamat: 58 orang
Meninggal: 4 orang
Belum ditemukan: 14 orang

KM Nurul Salsa mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada 15 Juli 2026.
Awalnya pelayaran berlangsung normal, namun saat berada di perairan sebelah barat Pulau Polassi, sekitar 80 kilometer dari Pelabuhan Benteng, kapal mengalami gangguan teknis berupa mati mesin.
Kondisi tersebut membuat kapal kehilangan tenaga penggerak sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terombang-ambing di tengah laut. Setelah beberapa waktu dihantam gelombang dan tidak mampu bertahan, kapal akhirnya tenggelam di perairan Laut Flores.
Setelah kejadian, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang serta awak kapal yang berada di laut.
Pada tahap awal penanganan, jumlah orang yang berada di kapal dilaporkan sebanyak 78 orang. Namun, setelah dilakukan verifikasi bersama kepolisian di Pos SAR Benteng dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, jumlah tersebut diperbarui menjadi 76 orang.
Dari total 76 orang, sebanyak 58 orang berhasil diselamatkan, empat orang meninggal dunia, dan 14 orang masih hilang.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































