Menuju konten utama

Update Evakuasi KMP Putri Yasmin yang Terbakar & Jumlah Korban

Jumlah korban KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok yang berhasil diselamatkan mencapai 106 penumpang.  Evakuasi melibatkan tim dari unsur gabungan.

Update Evakuasi KMP Putri Yasmin yang Terbakar & Jumlah Korban
Foto penumpang KMP Putri Yasmin yang menjadi korban insiden kebakaran di perairan Selat Lombok, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Foto/Dok.SAR Lombok
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Proses evakuasi kemudian dilakukan tak lama setelahnya dan berlangsung hingga kini. Berikut update evakuasi dan jumlah korban selamat serta meninggal yang terkonfirmasi.

KMP Putri Yasmin sebelumnya mengalami kebakaran hebat ketika berlayar dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar. Insiden ini terjadi ketika kapal tersebut tengah melintas Selat Lombok pada pukul 04.15 WITA.

Tak lama setelahnya, Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.15 WITA dan segera mengerahkan personel untuk mengevakuasi penumpang KMP Putri Yasmin. KN SAR Arjuna kemudian dikerahkan bersama helikopter dari SEGi Air Bali.

Selain dua unit kendaraan SAR tersebut, unit lain termasuk KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian. Kapal Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi menyebut “kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi” juga turut membantu proses evakuasi.

Proses Evakuasi Terkini dan Jumlah Korban

Setelah berjam-jam melakukan evakuasi, tim SAR gabungan dilaporkan telah berhasil mengevakuasi setidaknya 173 penumpang KMP Putri Yasmin. Jumlah tersebut merupakan kabar terkonfirmasi per Rabu siang.

Dari total jumlah korban tersebut, 172 penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, 1 di antaranya meninggal dunia.

Seturut Antara, Muhamad Hariyadi menyebut para korban kebakaran KMP Putri Yasmin yang telah dievakuasi tersebut kemudian dibawa oleh berbagai kapal berbeda menuju posko SAR. Pihaknya menjadikan Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar sebagai posko SAR.

“Para penumpang yang selamat ada dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar,” tutur Hariyadi.

Sementara itu, para korban yang telah terkonfirmasi sampai di posko SAR sejauh ini terdiri dari 59 orang (1 WNA Australia) yang dibawa KN SAR 220 Mataram; 35 orang yang dibawa Portlink II; 18 orang yang dibawa KAL Lembar; 58 orang yang dibawa yacht; dan 3 orang di yacht lainnya (2 selamat, 1 meninggal).

Yacht yang membawa 58 orang lantas melakukan pemindahan korban ke beberapa kapal. Transfer penumpang dilakukan sebanyak 24 orang (1 WNA Australia) dengan RBB; 25 orang dibawa Polairud; dan 9 orang ke RIB.

Hariyadi menuturkan, pihaknya kini masih berfokus untuk terus menyelamatkan para penumpang. Ia juga menyebut personel SAR Mataram kini diperbantukan pula oleh TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud, Syahbandar Pelabuhan Lembar hingga nelayan setempat.

Sebelumnya, seruan bagi kapal-kapal di sekitar Selat Lombok untuk membantu proses evakuasi telah disiarkan pihak Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa. Sesaat setelah menerima laporkan, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa dilaporkan telah menyiarkan sinyal marabahaya “mayday” melalui Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP).

"Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya (broadcast MAYDAY) sebanyak tiga kali kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan secepatnya," ujar Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa I Ketut Aries Nakula Mandiana pada Rabu.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN KAPAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar