tirto.id - Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, terbakar pada Selasa (9/12/2025). Peristiwa yang menewaskan puluhan orang tersebut kini masih dalam proses penyelidikan polisi.
Polisi menyebut perusahaan yang kantornya terbakar adalah Terra Drone asal Jepang. Namun, pemimpin perusahaan yang akan diperiksa merupakan warga Indonesia.
Dari penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu baterai drone yang terbakar, tetapi penyebab pastinya masih dianalisis Polri.
Update Kemayoran Kebakaran di Terra Drone
Area Gedung PT Terra Drone ditutup total dengan garis polisi kuning untuk mencegah warga masuk. Petugas TNI-Polri, Satpol PP, dan Dishub bersiaga sambil mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Gedung enam lantai tampak hangus dengan kaca pecah di sebagian besar lantai. Barang-barang di lantai dasar habis terbakar.
Delapan saksi, terdiri dari karyawan dan manajemen, telah dimintai keterangan untuk mengetahui kronologi Kemayoran Kebakaran. Pemeriksaan juga mencakup izin operasional gedung guna mendalami kemungkinan kelalaian.
Dari keterangan awal, kebakaran diduga dipicu oleh baterai lithium yang terbakar di dalam gedung. Tim Laboratorium Forensik Polri masih menyelidiki titik api pertama. Polisi menekankan hasil pemeriksaan ini akan menentukan apakah ada unsur pidana atau kelalaian.
Korban tewas mencapai 22 orang, terdiri atas 15 perempuan dan 7 laki-laki, sebagian besar ditemukan di lantai 3 dan 5. Petugas damkar berhasil menyelamatkan 19 orang yang terjebak di lantai atas. Semua jenazah ditemukan dalam kondisi utuh dan dapat dikenali tanpa pemeriksaan DNA.
Video karyawan PT Terra Drone yang meminta pertolongan dari atap gedung viral di media sosial. Tampak 19 karyawan berdiri rapat di sudut atap sambil melambaikan tangan. Mereka tidak bisa turun karena asap tebal memenuhi lantai bawah dan akhirnya diselamatkan oleh petugas.
Ruko PT Terra Drone tidak dilengkapi sistem pencegahan kebakaran seperti sprinkler maupun smoke detector. Jalur evakuasi hanya satu pintu di lantai dasar. Pemeriksaan menyeluruh baru bisa dilakukan setelah perintah dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Gubernur DKI Jakarta memastikan seluruh biaya pemakaman korban ditanggung Pemprov DKI. Polisi akan memeriksa pemilik gedung dan penanggung jawab PT Terra Drone untuk menelisik potensi unsur pidana.
Penyelidikan terkait izin operasional dan standar keamanan gedung masih berlangsung untuk mencegah kejadian serupa.
Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Kebakaran dapat klik tautan di bawah ini.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id

































