tirto.id - Korban meninggal dalam kebakaran kompleks apartemen di Distrik Tai Po, Hong, per Kamis (27/11/2025) malam, telah mencapai 65 jiwa berdasarkan laporan South China Morning Post. Korban peristiwa kebakaran yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) tersebut, termasuk di antaranya ialah warga negara Indonesia (WNI).
Menurut Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee, seluruh titik api di area gedung yang terbakar kini telah dikendalikan petugas pemadam.
Akan tetapi, jumlah korban jiwa akibat kebakaran tersebut terus meningkat. Per Kamis malam waktu Hong Kong, jumlah korban jiwa mencapai 65 orang.
Kepolisian Hong Kong juga sebelumnya telah menangkap tiga orang akibat insiden tersebut. Ketiganya merupakan eksekutif dari perusahaan yang menangani pemeliharaan gedung apartemen.
Dua di antaranya merupakan direktur perusahaan tersebut, sementara satu sisanya merupakan konsultan proyek. Kepolisian Hong Kong menduga bahwa perusahaan tersebut telah lalai ketika mengerjakan proyek pemeliharaan gedung.
Melansir Antara, kepolisian Hong Kong menemukan bahwa bahan konstruksi yang dipakai dalam pemeliharaan gedung ternyata tidak memenuhi standar tahan api. Salah satunya adalah penggunaan busa poliuretan untuk menutup jendela lobi elevator. Bahan itu dikenal mudah terbakar.
Update Korban Kebakaran Apartemen di Hong Kong, Apakah Ada WNI?
Update terbaru jumlah korban jiwa akibat kebakaran apartemen di Hong Kong pada Kamis malam telah mencapai 65 orang. WNI ada di antara korban meninggal tersebut.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, sebanyak 2 WNI turut jadi korban meninggal akibat kebakaran di Tai Po tersebut.
Selain itu, terdapat pula 2 WNI lain yang mengalami luka akibat kebakaran.
"Hingga saat ini ada dua WNI dinyatakan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka," sebut keterangan tertulis Kemlu RI pada Kamis, dikutip dari Antara.
Menurut Kemlu RI, 2 korban jiwa dan 2 korban luka akibat kebakaran tersebut telah dikonfirmasi merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik.
Sementara itu, jumlah korban luka akibat insiden kebakaran tersebut kini tercatat menjadi 91 orang, 15 di antaranya dalam kondisi kritis. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Sebanyak 62 orang lainnya hingga kini masih dilaporkan terjebak di dalam puing apartemen dan 280 orang tidak diketahui keberadaannya.
Otoritas wilayah otonom Cina itu kini menyiapkan sekitar 1.000 rumah flat sebagai pengungsian korban terdampak.
Lahapan api di kompleks apartemen Wang Fuk Court tersebut merupakan insiden kebakaran terburuk di Hong Kong dalam 30 tahun terakhir.
Sebelumnya, kebakaran tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu siang sekitar pukul 14.51 waktu setempat. Kobaran api dengan cepat menyebar ke seluruh kompleks apartemen lewat bahan material proyek pemeliharaan gedung.
Lebih dari 100 mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan kobaran api. Sekitar 800 petugas pemadam dan paramedis juga dikerahkan untuk melakukan mitigasi dan evakuasi.
Kobaran api yang telah melahap gedung-gedung 30 lantai itu sempat mempersulit petugas. Titik api baru bisa dipadamkan setelah ratusan petugas pemadam bekerja seharian tanpa berhenti.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id
































