Menuju konten utama

Kronologi Penembakan Dekat Gedung Putih, Siapa Pelakunya?

Kasus penembakan terhadap dua Garda Nasional AS terjadi di dekat Gedung Putih, Rabu (26/11). Simak kronologi dan pelaku penembakannya di sini.

Kronologi Penembakan Dekat Gedung Putih, Siapa Pelakunya?
Anggota Garda Nasional berkumpul di balik garis polisi kuning setelah penembakan di pusat kota Washington, pada 26 November 2025. Kepolisian Washington mengatakan mereka telah menahan seorang tersangka setelah dua anggota Garda Nasional ditembak beberapa blok dari Gedung Putih. "Tempat kejadian perkara telah diamankan. Satu tersangka telah ditahan," tulis Kepolisian DC di X. (Foto oleh Brendan SMIALOWSKI / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dua anggota Garda Nasional Amerika Serikat berada dalam kondisi kritis setelah mereka ditembak di dekat pintu masuk Farragut West Metro Station, satu blok dari Gedung Putih, Rabu (26/11) waktu setempat. Serangan itu kini sedang diselidiki sebagai tindakan terorisme.

Melansir New York Times, serangan terjadi di tengah pengerahan pasukan di Washington yang memicu banyak kontroversi. Pengerahan militer itu sebagai bagian dari kebijakan Trump untuk menangani kejahatan jalanan.

Direktur FBI, Kash Patel, mengatakan kedua tentara yang menjadi korban mengalami luka parah dalam insiden penembakan tersebut. Sebelumnya terjadi kekeliruan informasi dari Gubernur Virginia Barat, Patrick Morrisey, yang menyebut kedua tentara tewas, namun kemudian dikoreksi.

“Diserang secara brutal dalam tindakan kekerasan yang mengerikan. Mereka ditembak. Mereka dalam kondisi kritis," ujar Patel dalam konferensi pers.

Kronologi Penembakan Dekat Gedung Putih

Kepolisian setempat mengatakan seorang pria bersenjata datang dari sudut kota, melepaskan tembakan ke arah dua anggota Garda Nasional, yang berlokasi satu blok dari Gedung Putih, pada sehari sebelum Thanksgiving, seperti dilansir New York Times.

Melansir South China Morning Post, kronologi penembakan terjadi saat kedua tentara Garda Nasional Virginia Barat tengah berpatroli sekitar pukul 14.15 di dekat persimpangan Jalan 17 dan Jalan I, yang berada dekat Gedung Putih. Pelaku penembakan datang dan langsung menyergap keduanya.

Trump berada di Palm Beach, Florida saat serangan itu terjadi. Ia meminta Gedung Putih memberlakukan karantina, sementara aparat penegak hukum dari berbagai lembaga federal dan kota dikerahkan ke lokasi penembakan.

Melalui media sosialnya Trump menyampaikan pernyataan keras dan menyebut pelaku sebagai “binatang.”

“Tersangka mengalami luka serius, dan kini dirawat di rumah sakit, ia akan membayar harga yang sangat mahal,” tulisnya.

Pelaku Penembakan Dua Garda Nasional di Washington

Wali Kota Distrik Columbia, Muriel Bowser, menyebut insiden itu sebagai "penembakan terarah", sementara seorang pejabat polisi setempat menilai peristiwa tersebut tampaknya dilakukan oleh "penembak tunggal."

Melansir South China Morning Post, tersangka disebut sebagai Rahmanullah Lakanwal (29), seorang pria asal Afghanistan. Pejabat kehakiman menyatakan bahwa serangan tersebut kini tengah diselidiki sebagai tindakan terorisme.

Lakanwal tiba di AS pada 2021 melalui program visa khusus bagi warga Afghanistan yang membantu AS selama perang, yang rentan terhadap pembalasan dari Taliban setelah penarikan pasukan AS.

Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, telah mengonfirmasi di media sosialnya bahwa tersangka masuk ke AS pada September 2021 melalui program Operasi Welcome Allies di era Biden.

Namun, kini Lakanwal telah melampaui masa berlaku visanya dan berada secara ilegal di Amerika Serikat, seperti dilansir dari New York Times.

Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Internasional. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!

Kumpulan Artikel Internasional

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Indyra Yasmin

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Indyra Yasmin
Editor: Yantina Debora