tirto.id - Jajaran Satuan Reskrim Polrestabes Makassar melakukan penyelidikan atas meninggalnya seorang remaja berinisial MDJ (16) yang diduga tertembak senapan angin saat tawuran Jumat (21/11/2025) dini hari.
Pelaksana harian (Plh) Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Muhammad Ridwan, mengatakan tawuran ini melibatkan dua kelompok, yakni pemuda Jalan Layang dan Jalan Tinumbu Lorong 148 di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Saat anggota tiba, tawuran sudah bubar. Baru kami ketahui ada korban setelah dia meninggal dunia," ujarnya kepada wartawan, Jumat.
Ridwan bilang, tawuran antara Kampung Sapiria dan Kampung Borong Taipa (Borta) sudah mereda sejak kemarin, Kamis (20/11/2025). Namun bentrokan antarwarga ini kembali pecah pada Jumat dini hari di Jalan Layang-Jalan Tinumbu.
Guna mengantisipasi bentrokan susulan, kata dia, personel kepolisian akan ditambah termasuk posko pengamanan. Sedangkan untuk kasus penembakan itu, jajaran tim Satuan Reskrim unit Jatanras sedang mencari para pelakunya.
Selain itu, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel ini menekankan, pihaknya sudah berkoordinasi untuk penebalan pasukan Brimob. Langkah ini demi mengamankan lokasi dan mencegah bentrokan susulan usai kejadian itu.
Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, membenarkan ada korban meninggal dunia dan masih remaja dalam tawuran dini hari tadi. Korban diduga tewas setelah kena proyektil peluru senapan angin rakitan tepat pada bagian dada kirinya.
"Iya betul, ada satu korban tewas inisial MD diduga terkena senapan angin. [Pelaku] belum kita ketahui, ini masih dalam penyelidikan," tuturnya singkat.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua RT/RW 001/006 Kelurahan Malimongan, Syamsir, menuturkan korban masih duduk di bangku SMA Kelas 2. Korban kena peluru senapan angin saat tawuran tersebut terjadi pada dini hari tadi.
Korban sempat pamit kepada orang tuanya pada Kamis malam untuk keluar. Nahas, berita duka datang pada Subuh, korban dilaporkan tewas. "Dia ini masih SMA, jadi korban waktu kejadian di lokasi tawuran di Jalan Tinumbu," katanya.
Dari informasi, korban hanya menonton tawuran antarpemuda. Namun, tiba-tiba peluru senapan angin mendarat di dadanya. Selang beberapa saat, korban tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia.
Korban disemayamkan di rumah duka, Jalan Satando, Lorong III, Kelurahan Mallimongan, Kecamatan Wajo, Makassar. Usai dimandikan, jenazahnya dibawa ke Kabupaten Soppeng, Sulsel untuk prosesi pemakaman.
Sebelumnya, korban lain Sutte alias Civas dinyatakan tewas terkena peluru senapan angin pada bagian kepalanya. Diduga, peluru ditembakkan lawan tawuran Civas. Usai pemakaman korban, bentokan tidak dapat dihindarkan antara kelompok Kampung Borta versus Kampung Sapiria.
Dampak bentrokan itu, sebanyak 13 rumah ludes terbakar diduga dibakar pelaku tawuran. Menindaklanjuti perbuatan kriminal murni ini, tim gabungan Polrestabes Makassar, Polda Sulsel, Brimob Sulsel, berserta personel TNI mengamankan tempat kejadian sekaligus menyisir lokasi.
Tidak berlangsung lama, polisi berhasil menangkap pelaku penembakan korban inisial CBT yang memicu aksi anarkis pembakaran rumah tersebut. Selain itu, terdapat 10 orang terduga pelaku pembakaran sedang dalam pengejaran petugas kepolisian.
Sebagai informasi, bentrokan antarpemuda di kawasan ini, seperti Kampung Sapiria, Borta, Jalan Lembo, Jalan Tinumbu lorong 148, Jalan Layang, serta daerah sekitarnya masuk Kecamatan Tallo berbatasan dengan Kecamatan Bontoala sudah berlangsung sejak 1989. Bentrok dipicu dendam lama tak kunjung selesai.
Kendati demikian, spekulasi muncul mengingat kawasan wilayah konflik tersebut marak peredaran narkotika. Dugaannya, modus tawuran antarpemuda maupun kelompok ini dimanfaatkan para bandar maupun pemasok narkotika untuk memuluskan barang masuk maupun keluar di lokasi setempat.
Masuk tirto.id

































