Menuju konten utama

Drama Cinta di Balik Selesainya Kasus Penculikan Jesslyn Wijaya

Kasus penculikan Jesslyn Wijaya tidak dilanjutkan. Pihak kepolisian tidak menemukan unsur pidana dan Jesslyn dibawa keluarganya ke luar negeri.

Drama Cinta di Balik Selesainya Kasus Penculikan Jesslyn Wijaya
Jesslyn Wijaya Lay. instagram/jesswijgolf
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penyelidikan dugaan kasus penculikan Jesslyn Wijaya resmi dihentikan polisi. Keberadaan atlet golf itu telah diketahui, namun tak ada tindak pidana penculikan seperti yang semula dikabarkan. Hilangnya Jesslyn diduga memiliki latar belakang seputar masalah asmara.

Penghentian penyelidikan itu telah dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra. Dalam keterangannya pada Selasa (4/8/2026), pihaknya tetap menjadwalkan gelar perkara sebagai prosedur penghentian penyelidikan.

“Iya, bukan penculikan,” tutur Roby, dikutip dari Antara.

Roby menjelaskan, polisi menghentikan penyelidikan setelah memeriksa semua pihak yang terlibat termasuk Jesslyn. Berdasarkan keterangan para pihak, polisi lalu tidak menemukan adanya unsur pidana dalam kasus ini.

Sebelumnya, Roby telah membuat pernyataan bahwa polisi telah meminta keterangan Jesslyn. Atlet golf itu kemudian menyatakan bahwa ia kini berada di luar negeri dan telah pergi ke sana atas kemauannya sendiri melalui panggilan video.

Keterangan itu mengejutkan karena Jesslyn jadi perhatian publik ketika dikabarkan telah dijemput paksa oleh sekelompok orang tak dikenal pada 13 Juli lalu. Jesslyn juga sempat berteriak meminta tolong saat peristiwa terjadi.

Belakangan, “penculikan” itu ternyata merupakan rencana keluarganya sendiri. Peristiwa yang menghebohkan publik ini diuga merupakan bagian dari kisah asmara Jesslyn.

Dugaan Kisah Asmara Jesslyn dan Evan di Balik Penculikan Fiktif

Kasus penculikan fiktif terhadap Jesslyn ini terjadi di tengah rencana atlet golf itu untuk menikah. Tahun ini, Jesslyn dikabarkan merencanakan pernikahanh bersama seorang pria bernama Evan.

Sebelum pernikahan itu terjadi, Jesslyn tiba-tiba dijemput paksa oleh orang tidak dikenal pada 13 Juli. Ia kemudian diketahui berada di Bangkok sehari setelahnya. Temuan polisi menunjukkan bahwa Jesslyn telah terbang ke luar negeri bersama ibu dan bibinya.

Sebagaimana diungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jaya, Jesslyn kemudian memberikan keterangan bahwa ia pergi atas kemauan sendiri. Ia membantah telah diculik oleh orang tak dikenal.

Hal ini tak hanya membuat penyelidikan polisi jadi sia-sia. Pengakuan Jesslyn itu juga membuat calon suaminya, Evan, kecewa.

Kuasa hukum Evan, Andi Darti, belakangan menyebut kliennya memang memiliki konflik dengan keluarga Jesslyn. Meski telah merencanakan pernikahan, namun Evan tak direstui pihak keluarga Jesslyn.

Kondisi ekonomi Evan yang dianggap lebih rendah membuat keluarga Jesslyn tak merestui lelaki itu. “Penculikan” kemudian diduga menjadi upaya keluarga Jesslyn untuk mencegah proses pernikahan terjadi.

Meski begitu, pihak Evan menyebut pengakuan Jesslyn bahwa ia pergi ke luar negeri atas keinginannya sendiri, tetap terasa janggal bagi mereka. Hal ini lantaran Evan mengenal Jesslyn juga memiliki konflik dengan keluarganya sendiri.

Jesslyn disebut pihak Evan pernah melaporkan keluarganya ke Komnas Perempuan pada Oktober 2025 lalu. Kala itu, Jesslyn melaporkan bahwa keluarganya telah melakukan tindakan pengekangan.

Jesslyn diduga telah dipaksa untuk tinggal di rumah orang tuanya dan tak diperkenankan keluar dari sana. Akses komunikasi ke luar juga terputus.

Evan kemudian menduga bahwa Jesslyn berada di bawah tekanan ketika menyatakan kepergiannya ke Bangkok dilakukan atas kemauannya sendiri. Meski begitu, Evan juga menafsirkan pernyataan itu sebagai konfirmasi bahwa hubungannya dengan calon istrinya itu telah sepenuhnya kandas. Evan telah mengikhlaskan hubungan asmaranya dengan Jesslyn tak berlanjut.

Baca juga artikel terkait PENCULIKAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar