tirto.id - Keberadaan atlet golf Indonesia, Jesslyn Wijaya, menjadi misteri yang turut menyita perhatian publik. Ia dikabarkan diculik dan kasusnya telah dilaporkan ke polisi. Namun, seiring kasus bergulir, spekulasi terkaitnya tak kunjung terjawab. Bahkan, belakangan muncul spekulasi bahwa atlet tersebut tak benar-benar diculik seperti yang semula diberitakan.
Pada mulanya, tidak diketahuinya keberadaan Jesslyn Wijaya dikaitkan dengan dugaan penculikan. Atlet golf itu diduga telah diambil paksa oleh sekelompok orang tidak dikenal. Keberadaannya tak bisa dikonfirmasi sejak saat itu.
Namun, informasi terkait kasus ini serba sumir. Perjalanan kasus ini pun diwarnai silang keterangan dari berbagai pihak.
Hingga belakangan, jejak-jejak keberadaan Jesslyn mulai terungkap. Namun, jejak yang ditemukan ada dugaan tak mengarah pada penculikan seperti yang selama ini dikabarkan.
Kronologi Dugaan Penculikan Jesslyn Wijaya
Kasus dugaan penculikan Jesslyn Wijaya ini bermula pada 13 Juli 2026. Hari itu merupakan terakhir kali keberadaan Jesslyn dapat dikonfirmasi.
Tepatnya pada malam hari tanggal 13 Juli, Jesslyn dilaporkan berada di Restoran Saung Kita di bilangan Mangga Besar, Jakarta Barat. Saat itu, Saung Kita dilaporkan tengah menjadi tempat berlangsungnya acara ulang tahun nenek Jesslyn.
Acara makan-makan keluarga itu lalu menjadi awal mula misteri. Sekitar pukul 19.45 WIB, Jesslyn didatangi sekelompok pria tak dikenal. Secara tiba-tiba, Jesslyn disekap oleh dua orang berbadan besar dan mata sang atlet turut ditutup. Keterangan saksi mata menyebut atlet itu dimasukkan ke sebuah mobil berwarna hitam dengan tergesa-gesa.
Jesslyn disebut saksi sempat berteriak meminta tolong ketika peristiwa penjemputan paksa itu terjadi. Namun, ia pada akhirnya ia tak dapat melarikan diri dan mobil hitam yang membawanya pun mulai melaju pergi.
Seiring laju mobil yang ditumpangi Jesslyn hilang dari pantauan mata, informasi keberadaan sang atlet pun menguap tak tersisa. Seluruh kontak dengan atlet golf itu terputus. Baik keluarga maupun teman Jesslyn tak bisa menghubunginya.
Jesslyn kemudian hilang. Keberadaan sang atlet tak tentu rimbanya. Hal ini kemudian memicu pelaporan dugaan penculikan Jesslyn ke pihak kepolisian.
Salah seorang teman Jesslyn berinisial NAH (37) melayangkan laporan penculikan Jesslyn ke Polres Metro Jakarta Pusat pada 16 Juli, tiga hari pasca peristiwa penjemputan paksa. Laporan itu kemudian teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Menurut keterangan kuasa hukumnya, NAH menduga peristiwa penjemputan paksa pada 13 Juli merupakan aksi terencana. Para penjemput disebutnya bergerak cepat dan taktis ketika membawa pergi Jesslyn dari lokasi perayaan makan-makan keluarga.

Proses penyelidikan pun dimulai oleh polisi. Pihak kepolisian disebut telah menelusuri berbagai lokasi yang mungkin meninggalkan jejak keberadaan Jesslyn, termasuk apartemen sang atlet di Pluit, Jakarta Utara.
Meski begitu, teka-teki keberadaan Jesslyn terus berlanjut. Lokasi tempat Jesslyn kini berada tak kunjung diketahui.
Akan tetapi, pada 19 Juli 2026, NAH yang semula jadi pelapor kasus dugaan penculikan Jesslyn, mencabut laporannya. Keterangan pihak NAH menyebut penarikan laporan ini dilakukan karena NAH sebatas teman dan bukan pihak keluarga Jesslyn.
Polisi tak langsung menghentikan penyelidikan usai laporan dugaan penculikan dicabut oleh NAH. Pihak Polres Metro Jakarta Pusat menyebut kasus ini akan tetap didalami meski NAH mencabut laporannya.
Tak lama setelah pencabutan laporan itu, jejak keberadaan Jesslyn ditemukan. Ada indikasi sang atlet telah melakukan perjalanan keluar negeri.
Jesslyn Diduga Bersama Orang yang Dikenal, di Mana Sekarang?
Pada 21 Juli 2026, Polres Metro Jakarta Pusat merilis keterangan pers tentang perkembangan pengusutan dugaan kasus penculikan terhadap Jesslyn. Melalui keterangan ini, muncul informasi yang berseberangan dengan apa yang selama ini dikabarkan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri menyebut pihak kepolisian telah menemukan indikasi keberadaan Jesslyn usai dilaporkan hilang pada 13 Juli lalu. Menurut Roby, Jesslyn rupanya tercatat melakukan perjalanan ke Malaysia pada 14 Juli.
“Tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang, meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, berdasarkan manifes [penerbangan] yang kami terima,” kata Roby.
Akan tetapi, keanehan justru muncul dalam dokumen manifes penerbangan tersebut. Temuan polisi menyebut, Jesslyn terbang ke Kuala Lumpur bersama dua orang keluarganya. Roby tak merinci siapa saja dua orang keluarga Jesslyn itu, namun ia mengatakan pihak kepolisian kini turut memanggil ayah Jesslyn untuk dimintai keterangan.
“Sampai saat ini, kami masih mengundang kedua orang tersebut, termasuk ayahnya [Jesslyn] untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini,” tuturnya.
Identitas keluarga Jesslyn sendiri belum terungkap ke publik. Namun, spekulasi yang beredar mengindikasikan bahwa Jesslyn memiliki hubungan keluarga dengan pebisnis bidang otomotif, Ponty Wijaya.
Temuan pihak kepolisian ini mempertebal tanda tanya seputar misteri keberadaan Jesslyn Wijaya. Hal ini dikarenakan temuan itu berseberangan dengan dugaan awal kasus hilangnya sang atlet golf tersebut.
Pada 13 Juli, Jesslyn dilaporkan telah dijemput paksa oleh sekelompok orang tidak dikenal dan dibawa pergi dengan tergesa. Polisi telah mengonfirmasi peristiwa ini benar terjadi. Namun, temuan polisi menyebut bahwa sehari setelah peristiwa penjemputan paksa, Jesslyn terbang ke Kuala Lumpur bersama keluarganya sendiri.
Sementara itu, temuan yang belakangan terungkap itu membuat pihak kepolisian kini menggeser fokus penyelidikan. Bukti bahwa Jesslyn melakukan perjalanan dengan pihak keluarga sehari setelah dijemput paksa membuat polisi turut berfokus untuk memverifikasi apakah kabar hilangnya Jesslyn betulan tindak pidana atau bukan.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































