Menuju konten utama

Polisi Dalami Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya

Jesslyn diduga dibawa kabur secara paksa oleh sekelompok pria tak dikenal saat menghadiri acara ulang tahun keluarganya.

Polisi Dalami Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya
Jesslyn Wijaya Lay. X/@SistersInDanger
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polres Metro Jakarta Pusat tengah menyelidiki kasus dugaan penculikan yang menimpa atlet golf, Jesslyn Wijaya.

Jesslyn diduga dibawa kabur secara paksa oleh sekelompok pria tak dikenal saat menghadiri perayaan ulang tahun keluarganya di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19:45 WIB.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait insiden tersebut.

"Betul ada laporan tersebut ke Polres Jakarta Pusat. Selanjutnya, kami masih lakukan pendalaman untuk mencari fakta-faktanya," ujar Roby dalam pernyataannya, Senin (20/7/2026).

Laporan itu dilayangkan oleh rekan korban berinisial NAH (37) pada Kamis (16/7/2026) dan teregister dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Kuasa hukum pelapor, Andi Darti, menjelaskan bahwa peristiwa itu berlangsung cepat dan diduga terencana. Sesaat sebelum acara ulang tahun neneknya dimulai, Jesslyn tiba-tiba disekap oleh sekelompok pria bertubuh besar.

Dua eksekutor langsung menutup mata, mengangkat, dan membawa korban menuju mobil berwarna hitam.

"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan. Namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi," kata Andi dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/7/2026).

Berdasarkan keterangan saksi mata, terdapat sekitar lima laki-laki tak dikenal yang terlihat di lokasi kejadian. Namun, upaya pembuktian awal sempat terkendala karena pihak restoran menyatakan kamera pengawas (CCTV) di lokasi sedang tidak berfungsi.

"Mengenai penyebab kondisi tersebut maupun apakah terdapat kaitannya dengan peristiwa yang sedang diselidiki, sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik untuk melakukan pendalaman," imbuh Andi.

Polisi saat ini telah melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi, termasuk mendatangi apartemen korban di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Namun, Jesslyn belum berhasil ditemukan.

Di tengah upaya pencarian, muncul perbedaan informasi terkait jejak keberadaan korban. Pelapor menerima indikasi bahwa korban melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026.

Di sisi lain, pelacakan sinyal ponsel korban justru menunjukkan koordinat terakhir di kawasan Puri Jimbaran, Pademangan, Jakarta Utara.

Pihak kuasa hukum berharap kepolisian dapat segera memverifikasi perbedaan petunjuk tersebut dan mengungkap keberadaan korban yang sebenarnya.

Baca juga artikel terkait KASUS PENCULIKAN atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fadrik Aziz Firdausi