tirto.id - Tujuan berpikir komputasional atau computational thinking adalah memecahkan masalah melalui penerapan konsep dan ilmu informatika. Oleh karena itu, pendekatan ini kerap dianggap sebagai cerminan cara berpikir para ilmuwan komputer. Pada dasarnya, metode ini menjadi formula untuk merumuskan solusi yang tidak hanya efektif bagi manusia, tetapi juga dapat diproses dan dijalankan oleh sistem komputer.
Untuk mempermudah pemahaman, penerapan konsep ini dapat dilihat pada kasus pengelolaan ladang pertanian yang luas. Menggarap ladang secara manual tentu membutuhkan waktu dan tenaga yang sangat besar jika hanya mengandalkan kemampuan fisik manusia. Kondisi ini menuntut hadirnya integrasi teknologi agar proses pengerjaan menjadi lebih efisien.
Sebagai solusinya, sistem penyiraman tanaman otomatis dapat diterapkan untuk menggantikan tugas rutin manusia. Pembagian peran ini membuat teknologi menangani pekerjaan teknis secara konsisten, sementara manusia tetap memegang kendali sebagai pengatur dan pengawas sistem. Lantas apa tujuan utama dari berpikir komputasional?
Apa Tujuan berpikir komputasional
Secara sederhana, tujuan berpikir komputasional adalah membantu seseorang menemukan jalan keluar dari suatu tantangan secara lebih efektif. Dengan metode ini, pemecahan masalah tidak lagi dilakukan secara acak atau sekadar mengandalkan intuisi semata, melainkan melalui tahapan yang jelas sehingga hasilnya presisi dan dapat diterapkan dengan bantuan teknologi.
Secara umum, tujuan utama berpikir komputasional adalah memecahkan masalah yang rumit secara terstruktur, logis, efektif, dan efisien agar solusinya dapat dipahami oleh manusia maupun dijalankan oleh komputer. Adapun beberapa manfaat sekaligus tujuan penerapan berpikir komputasional antara lain:
1. Meringankan Beban Penanganan Isu Berskala Besar
Persoalan raksasa sering kali terasa menyulitkan bila diselesaikan sekaligus. Metode ini membantu mengurai kerumitan tersebut menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola, sehingga proses penyelesaian masalah dapat berjalan jauh lebih efektif.2. Melatih Ketajaman dan Fleksibilitas Berpikir
Pendekatan ini menjadi sarana stimulasi bagi kognitif agar terbiasa mengolah informasi secara terstruktur, logis, serta bernalar matematis. Di saat yang sama, pemahaman pola ini memicu daya cipta dan gagasan kreatif dalam mencari jalan keluar.3. Mempermudah Deteksi Masalah dan Penemuan Solusi
Dengan sudut pandang yang sistematis, proses mengamati akar kendala menjadi lebih tajam. Hal ini memudahkan pemetaan hambatan secara akurat sehingga formulasi solusi terbaik dapat ditemukan tanpa membuang banyak waktu.4. Memperluas Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Manfaat dari pola pemikiran ini sangat bervariasi dan tidak terbatas pada dunia informatika saja. Prinsip-prinsip utamanya dapat diandalkan untuk menunjang produktivitas kerja, membantu pengambilan keputusan, hingga menyelesaikan beragam dinamika kehidupan sehari-hari.4 Tahapan Berpikir Komputasional dan Penjelasannya
Tahapan-tahapan berpikir komputasional terdiri dari empat langkah untuk mencapai tujuan berpikir komputasional. Dimulai dari dekomposisi, kemudian dilanjut pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Berikut keterangan mengenai keempatnya:
1. Dekomposisi (Decomposition)
Pada langkah ini, hal yang perlu dilakukan adalah membagi masalah menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah untuk diatur.Dengan membagi masalah besar ke bagian-bagian kecil yang lebih spesifik, pengelolaannya pun dapat lebih mudah dilakukan.
Sedangkan caranya, pertama-tama harus melakukan identifikasi masalah.
Kemudian, lakukan pemisahan komponen penyusunnya. Lalu, buat rencana untuk penyelesaian. Terakhir, kerjakan bagian-bagian kecil tersebut sesuai solusi yang didapat.
2. Pengenalan Pola (Pattern Recognition)
Pada tahap kedua, ada pengenalan pola yang dilakukan demi mencari persamaan atau perbedaan yang dihasilkan setiap pola jika diaplikasikan ke data.Hal ini dapat menciptakan prediksi, aturan khusus, dan bisa berpotensi digunakan untuk menyelesaikan masalah sejenis.
Caranya, hanya perlu melakukan pengamatan langsung. Berpikir apakah langkah itu polanya sudah sesuai atau belum. Terakhir, merasakan pola tersebut jika diaplikasikan ke masalah lain.
3. Abstraksi (Abstraction)
Setelah itu, tahapan berikutnya berupa abstraksi lebih fokus ke hal yang berkaitan dengan masalah.Dengan begitu, segala sesuatu di luar masalah akan dihilangkan dan tidak dibahas. Caranya, pertama-tama harus mengumpulkan masalah yang sudah teridentifikasi di dekomposisi.
Selanjutnya, mengatur kebutuhan yang perlu dilakukan untuk masalah tersebut. Lalu, menganalisis seberapa berpotensinya masalah bagian kecil ini terhadap masalah besarnya.
Terakhir, lakukan seleksi kebutuhan dengan membuang beberapa masalah yang dirasa tak penting.
4. Algoritma (Algorithm)
Tahap terakhir ini menuntut seseorang untuk menulis solusi dengan pola yang berurutan, tepatnya langkah demi langkah (Mushthofa dkk., Informatika, 2017, hlm. 25).Untuk mempraktekannya, dimulai dari penemuan definisi masalah, pengembangan model, spesifikasi, merancang algoritmanya, memeriksa kebenaran, dan analisis.
Setelah itu, lakukan langkah selanjutnya dengan implementasi algoritma dan menguji program.
Terakhir, sebagai output atau pengeluarannya, disiapkan pengadaan dokumentasi terhadap masalah yang sudah diselesaikan.
Apa Saja Contoh Berpikir Komputasional?
Secara umum, tujuan berpikir komputasional adalah memecahkan masalah yang rumit agar solusinya tidak hanya mudah dipahami oleh manusia, tetapi juga dapat diproses dan dijalankan oleh sistem komputer atau teknologi.
Selain itu, fungsi berpikir komputasional sangat krusial dalam melatih ketajaman kognitif serta meningkatkan efisiensi kerja sehari-hari.
Dengan mengurai persoalan besar menjadi bagian-bagian kecil, pola pikir ini memudahkan kita menemukan jalan keluar terbaik secara sistematis tanpa mengandalkan intuisi semata. Berikut adalah 5 contoh nyata penerapannya:
- Sistem penyiraman tanaman otomatis pada pengelolaan ladang pertanian yang luas.
- Memasak makanan dengan mengikuti langkah-langkah resep secara berurutan.
- Membuat jadwal harian atau mingguan dengan membagi-bagi prioritas tugas.
- Menggunakan aplikasi navigasi (GPS) untuk mencari rute perjalanan tercepat.
- Merapikan file di komputer berdasarkan folder kategori atau tahun.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Dhita Koesno
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id





































