tirto.id - Dokter merekomendasikan agar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menurunkan berat badan dan lebih banyak berolahraga. Rekomendasi ini muncul dalam hasil pemeriksaan Trump yang dirilis Gedung Putih.
Meski Trump dinilai kelebihan berat badan, dokter menyatakan keadaan kesehatannya secara umum baik. Dokter juga telah memberikan saran mengenai panduan diet.
“Presiden Trump tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menunjukkan fungsi jantung, paru-paru, neurologis, dan fisik secara keseluruhan yang kuat,” kaya dokter Gedung Putih, Sean Barbabella, dalam keterangannya melansir dari CNN yang dikutip Sabtu (30/5/2026).
“Kinerja kognitif dan fisiknya sangat baik. Beliau sepenuhnya fit untuk melaksanakan semua tugas Panglima Tertinggi dan Kepala Negara," tambah Barbabella.
Barbabella mengatakan sejumlah saran telah disampaikan kepada Trump termasuk panduan tentang diet, rekomendasi untuk mengonsumsi aspirin dosis rendah, peningkatan aktivitas fisik, dan penurunan berat badan berkelanjutan.
Dokter mencatat bahwa presiden Trump saat ini memiliki tinggi 6 kaki 3 inci dan berat 238 pon (108 kg). Pada pemeriksaan fisik April lalu, berat badan Trump masih berada di 224 pon (101,6 kg).
Kunjungan Trump ke Walter Reed National Military Medical Center menandai pemeriksaan kesehatan ketiga ke fasilitas tersebut untuk pengeceka medis sejak menjadi presiden tertua yang pernah dilantik tahun lalu.
Sebelum kunjungan, Gedung Putih mengatakan bahwa pemeriksaan mencakup penilaian gigi dan medis tahunan rutin, meskipun ia telah mengunjungi dokter gigi di Florida dua kali tahun ini.
Setelah kunjungan tersebut, Trump menuliskan pernyataan melalui aplikasi Truth Social, dengan menulis, 'Semuanya berjalan dengan Sempurna'.
Riwayat Kondisi Kesehatan Donald Trump
Sejak kembali ke Gedung Putih pada tahun 2025, penyakit yang terlihat dan spekulasi tentang kesehatannya telah mendorong Gedung Putih untuk mengungkapkan detail baru tentang kondisi fisik presiden.
Gedung Putih mengatakan pembengkakan di kaki dan pergelangan kakinya yang terungkap musim panas lalu adalah akibat dari insufisiensi vena kronis. Kondisi ini menunjukkan katup di dalam pembuluh vena tertentu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Risikonya dapat menyebabkan darah menggenang atau terkumpul di pembuluh vena.
Trump mencoba mengenakan kaus kaki kompresi, tetapi merasa tidak nyaman. Dalam surat terbaru, dokter presiden menulis bahwa, selama pemeriksaan fisik hari Selasa (26/5/2026) terdapat sedikit pembengkakan pada kaki bagian bawah, dengan perbaikan dibandingkan tahun lalu.
Presiden juga mengalami memar yang cukup terlihat di tangannya selama masa jabatan keduanya, yang oleh Gedung Putih dianggap sebagai akibat dari seringnya berjabat tangan dan berusaha ditutupi dengan alas bedak dalam foto-foto.
Menurut hasil pemeriksaan dokter, Trump juga menjalani pemeriksaan neurologis komprehensif, yang menunjukkan status mental normal, saraf kranial utuh, kekuatan motorik normal, sensasi, refleks, gaya berjalan, dan keseimbangan.
Mengenai kesehatan jantung Trump, Barbabella mengatakan, hasil pemeriksaan memperkirakan usia jantung Trump sekitar 14 tahun lebih muda dari usia kronologisnya.
Surat Barbabella mencatat bahwa Trump saat ini mengonsumsi aspirin tetapi tidak menyebutkan dosisnya. Jika digunakan untuk tujuan pencegahan, dokter umumnya menyarankan untuk mengonsumsi 81 miligram aspirin per hari, tetapi Trump mengatakan kepada Wall Street Journal pada bulan Januari bahwa ia mengonsumsi 325 miligram, dosis yang dapat meningkatkan risiko pendarahan.
“Mereka bilang aspirin bagus untuk mengencerkan darah, dan saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya. Saya ingin darah yang encer mengalir melalui jantung saya. Mereka lebih suka saya minum yang lebih kecil. Saya minum yang lebih besar, tetapi saya sudah melakukannya selama bertahun-tahun, dan yang terjadi adalah, itu menyebabkan memar," kata Trump.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































