tirto.id - Pertemuan bilateral tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing membuahkan hasil penting. Kedua pemimpin negara sekutu ekonomi tersebut secara mengejutkan sepakat untuk membangun hubungan yang konstruktif, strategis, dan stabil sebagai panduan arah hubungan bilateral selama tiga tahun ke depan.
"Bersama Presiden Trump, kami sepakat membentuk 'hubungan yang konstruktif, strategis, dan stabil antara Cina dan AS' sebagai upaya baru untuk meningkatkan hubungan Cina-Amerika," kata Xi Jinping dalam pertemuan di Beijing pada hari ini, Kamis (14/5/2026) melansir Antara.
Posisi ini disebut akan memberikan panduan strategis untuk hubungan Cina-AS selama tiga tahun ke depan dan seterusnya.

Aljazeera memberitakan, Xi dan Trump membahas juga membahas situasi di Timur Tengah dan krisis Ukraina. Kementerian Luar Negeri Cina telah mengeluarkan pernyataan mengenai pembicaraan Xi dan Trump.
Katanya, kedua kepala negara bertukar pandangan tentang isu-isu internasional dan regional utama, termasuk situasi di Timur Tengah, krisis Ukraina, dan Semenanjung Korea.
Dalam pertemuan itu juga, Xi mengatakan kepada Trump bahwa tim ekonomi dan perdagangan kedua negara telah mencapai hasil yang umumnya seimbang dan positif. Sehingga, kedua belah pihak harus bekerja sama untuk mempertahankan momentum.
“Pintu Cina untuk membuka hanya akan terbuka lebih lebar, dan perusahaan-perusahaan Amerika sangat terlibat dalam reformasi dan pembukaan Tiongkok. Cina menyambut AS untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dengan Cina,” katanya.
Di lain sisi, Trump juga mengatakan bahwa pembicaraan dengan Xi adalah hebat. Akan tetapi, Trump tidak menjawab pertanyaan lanjutan tentang apakah mereka membahas Taiwan atau tidak.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






























