tirto.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa dirinya bisa dimakzulkan jika Partai Republik mengalami kekalahan dalam Pemilu Paruh Waktu periode November 2026.
“Kalian harus menang dalam pemilu tengah periode karena jika kita tidak menang, mereka akan menemukan alasan untuk memakzulkan saya,” kata Presiden AS itu dalam pertemuan Partai Republik di Washington, DC, pada Selasa (6/1/2026) seperti diberitakan Al Jazeera.
Dalam Pemilu Paruh Waktu AS periode November 2026, 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat dan 33 posisi di Senat akan diperebutkan.
Peluang Pemakzulan Trump dalam Pemilu Paruh Waktu 2026
Dewan Perwakilan Rakyat dapat memakzulkan presiden dan pejabat lain atas pelanggaran seperti pengkhianatan, suap, atau kejahatan besar dan pelanggaran ringan lainnya.
Presiden yang dimakzulkan oleh DPR akan diadili di Senat. Senat dapat menjatuhkan vonis bersalah dengan suara dua pertiga anggota yang hadir, yang berakibat pada pemberhentian dari jabatan.
Di sisi lain, ekonomi Amerika yang mulai menunjukkan tanda-tanda stagnasi dan aksi penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang mendapat banyak kecaman dapat dimanfaatkan Partai Demokrat untuk merebut kendali kongres.
Dilansir Reuters, setelah aksi penangkapan pemimpin Venezuela tersebut, Trump kini menghadapi tekanan untuk beralih fokus ke isu-isu domestik, terutama terkait inflasi dan kenaikan harga.
Menurut berbagai jajak pendapat, Trump memasuki pemilu tengah periode dengan tingkat persetujuan sekitar 42-45 persen.
Meskipun demikian, Trump tetap optimis dengan peluang partainya. Ia memprediksi Partai Republik akan mengatasi rintangan dan meraih kemenangan besar.
"Kita akan membuat sejarah dan memecahkan rekor dengan kemenangan pemilu paruh waktu yang epik yang akan kita raih," tambah Trump.
Namun, Trump mengaku bingung mengenai mengapa Partai Republik tidak mendapatkan dukungan lebih besar.
"Saya harap Anda bisa menjelaskan kepada Saya apa yang sebenarnya terjadi dengan pikiran publik karena kami memiliki kebijakan yang benar," jelas Trump.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id

































