Menuju konten utama

Tenangkan Pasar, Airlangga: Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi

Pemerintah akan terus membuka komunikasi aktif ke para investor untuk memastikan rencana investasi tidak terganggu.

Tenangkan Pasar, Airlangga: Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait Joint Statement Indonesia-Amerika Serikat di Jakarta, Kamis (24/7/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta agar para pengusaha dan pelaku pasar tetap tenang dan optimistis menghadapi banyaknya gelombang protes yang tengah terjadi di masyarakat. Terlebih, pemerintah suudah berkomitmen dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.

"Untuk pelaku pasar modal saya ingin menegaskan bahwa pemerintah mempunyai kapasitas dan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi," ujarnya, dalam Konferensi Pers terkait Perkembangan Perekonomian Terkini, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (1/9/2025).

Di pasar modal, pemerintah akan terus membuka komunikasi aktif dengan para emiten, anggota bursa, hingga para investor untuk memastikan rencana investasi tidak terganggu dengan banyaknya aksi unjuk rasa yang tengah digelar masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Pun, seluruh kegiatan di pasar saham tetap dapat berjalan dengan semestinya.

"Dan ini menuntunkan pemerintah menjaga stabilitas dan juga selalu menghormati aspirasi yang timbul dari berbagai kelompok masyarakat," tambah Airlangga.

Di sisi lain, Airlangga mengaku, pemerintah mempunyai tanggung jawab moral kepada bangsa Indonesia untuk memperhatankan roda perekonomian agar penciptaan lapangan kerja dan menjaga para pekerja, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan. Namun, untuk mencapai hal tersebut dan juga agar ekonomi nasional pulih dengan cepat, situasi yang damai dan saling menghormati sangat dibutuhkan.

"Untuk pelaku pasar modal, saya ingin menegaskan bahwa pemerintah mempunyai kapasitas dan komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi," tegas Airlangga.

Sementara itu, kendati gelombang protes terus disampaikan masyarakat, Airlangga mengklaim bahwa ekonomi Indonesia tetap berjalan di jalur yang positif. Hal ini terlihat dari nilai tukar yang cukup stabil, kendati sejak awal tahun telah terdepresiasi sebesar 2,35 persen ke level Rp16.490 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan kemarin.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan sempat mencapai rekor tertinggi yaitu di level 8.000 pada perdagangan pekan lalu.

"Jadi, minggu kemarin kita ketahui di bulan tanggal 25 Agustus, indeknya 7.926, itu menguat 0,87 persen. Di hari 28 Agustus, 7.952 menguat 0,2 persen. Dan kemarin pada hari Jumat, saat demo besar itu turun 1,53 persen atau 7.830," akunya.

Pun, tingkat inflasi juga terkendali di 2,37 persen pada Juli 2025. Selain juga konsumsi domestik yang masih kuat seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kenaikan aktivitas belanja ritel baik offline maupun online, dan dorongan stimulus untuk daya beli masyarakat.

"Kemudian terjadi perputaran uang dan transaksi di berbagai provinsi menunjukkan tingginya tingkat pertumbuhan dan aktivitas ekonomi secara spesial. Terkait dengan situasi terkini dengan fundamental ekonomi yang solid, pemerintah yakin dampak dan dinamika sosial politik yang terjadi terhadap ekonomi harapannya bersifat jangka pendek," ramal Airlangga.

Baca juga artikel terkait MENKO AIRLANGGA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra