tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 7.620,09 per lembar saham pada perdagangan Senin (1/9/2025). Lima menit setelahnya, pada pukul 09.05 WIB, IHSG rontok 225,103 poin atau turun 2,87 persen menjadi berada di posisi 7.605,39.
Berdasar data RTI Business, sebanyak 630 saham turun ke zona merah, sedangkan yang mengalami kenaikan harga hanya ada sebanyak 21 saham. Sementara, 25 saham stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi saham pagi ini tercatat mencapai Rp3,43 triliun dengan volume 4,05 miliar dan saham yang diperdagangkan sebanyak 250.421 kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp13.829 triliun.
Dalam analisisnya, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menjelaskan dalam sepekan ke depan pasar masih akan fokus pada sentimen kunci, yakni aksi unjuk rasa dan gejolak di pasar keuangan.
"Demonstrasi mahasiswa dan pekerja mengenai gaji DPR, dana pendidikan, dan program makan sekolah berujung pada penurunan IHSG lebih dari 2 persen dan pelemahan Rupiah hampir 1 persen. Bank Indonesia dan pengawas bursa perlu turun tangan untuk stabilisasi," ujarnya, dalam keterangan yang diterima Tirto, dikutip Senin (1/9/2025).
Perlu diketahui, selama sepekan terakhir IHSG ditutup di level 7.830 atau melemah kurang lebih 0,36 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Dalam kondisi itu, investor asing melakukan pembelian (inflow) mencapai Rp1,3 triliun di pasar reguler.
"Menariknya, pada pekan lalu IHSG sempat menyentuh area level tertinggi yaitu di level 8023 pada tanggal 28 Agustus 2025, namun anjlok cukup dalam setelah efek demo dan ketidakpastian kondisi politik dalam negeri," tambah David.
Dengan ketidakpastian yang terus berlanjut, Ia pun memproyeksi IHSG cenderung melemah dalam sepekan mendatang, tepatnya untuk periode 1-5 September 2025 karena market akan fokus pada dinamika demo dan pernyataan otoritas, termasuk langkah Bank Indonesia dan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meredakan kepanikan investor di pasar saham dan keuangan.
"Trader dan investor juga harus mencermati level support penting IHSG 7700-7800," tukas David.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id





































