Menuju konten utama

IHSG Ditutup Ambrol 2,27% ke 7.771 pada Perdagangan Sesi I

Penurunan IHSG diramal akan lebih dalam jika kericuhan demonstrasi di Jakarta tak bisa diredam.

IHSG Ditutup Ambrol 2,27% ke 7.771 pada Perdagangan Sesi I
Pekerja membersihkan lantai dengan latar belakang layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/wpa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,27 persen ke level 7.771 pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (29/8/2025). Level tersebut merupakan titik terendah dalam sepekan terakhir setelah sehari sebelumnya, pada akhir sesi perdagangan pertama Kamis (28/8/2025), sempat menguat 0,84 persen atau naik 66,951 poin ke level 8.003,127.

Data perdagangan RTI mencatat, 662 saham bergerak turun, sementara hanya 89 saham yang mengalami penguatan dan 49 lainnya stagnan.

Pada waktu bersamaan transaksi tercatat mencapai Rp13,3 triliun dengan volume 33,9 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui lebih dari 1,6 juta kali.

Analis mata uang dan pasar modal, Ibrahim Assuaibi, menilai gejolak sosial dan politik yang berlangsung sejak Kamis malam berdampak signifikan terhadap pasar keuangan domestik.

“Sudah saya jelaskan bahwa kejadian tadi malam, yang sampai saat ini pun masih terlihat di beberapa titik terutama wilayah Senen, berdampak luar biasa di pasar keuangan. IHSG sudah melemah lebih dari 2 persen, sementara rupiah juga terkoreksi sekitar 80 poin,” ujar Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Ia memperkirakan tekanan terhadap pasar masih akan berlanjut. “Kemungkinan besar penurunan IHSG bisa mencapai 3 persen bila kondisi tidak mereda. Sementara itu, harga emas dunia juga menyentuh level tertinggi di atas US$3.423 per troy ons. Dengan melemahnya rupiah, logam mulia di dalam negeri berpotensi menembus Rp2 juta per gram dan bisa mencapai Rp2,15 juta di akhir tahun,” tambahnya.

Menurutnya, eskalasi politik yang disertai kekerasan dalam aksi massa menambah kekhawatiran investor. “Kejadian tadi malam di mana para demonstran menjadi terjadi pembunuhan, saya anggap pembunuhan karena apa seorang demonstrasi ditabrak sengaja oleh barracuda, kemudian oleh oknum Brimob, ini mengingatkan 98 bagaimana mahasiswa ditembak oleh oknum sniper oleh TNI," tuturnya.

Baca juga artikel terkait KEKERASAN POLISI TANGANI DEMO atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Dwi Aditya Putra