tirto.id - Hari Uang Nasional atau juga dikenal sebagai Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) dan Hari Keuangan Nasional diperingati setiap 30 Oktober. Tahun 2025, masyarakat Indonesia merayakan Hari Keuangan Nasional yang ke-79. Simak tema peringatannya tahun ini dan sejarahnya beserta link twibbon gratis.
Peringatan Hari Keuangan Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang lahirnya mata uang pertama RI. Beberapa kegiatan dilakukan untuk merayakan hari penting ini di bawah instansi Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Lalu, apa tema Hari Keuangan Nasional ke-79 tahun 2025 ini? Simak penjelasan beserta sejarahnya dan juga link twibbon gratis untuk memperingati Hari Keuangan Nasional.
Tema Hari Uang Nasional 2025 dan Sejarahnya
Tahun 2025, Hari Keuangan Nasional mengusung tema “Kemenkeu Satu Kawal Asta Cita”. Hal ini disampaikan pada siaran pers Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu pada 20 Oktober 2025 lalu.
Tema itu mencerminkan komitmen Kemenkeu dalam mengawal delapan agenda pembangunan nasional. Ini termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, serta penguatan ketahanan ekonomi dan lingkungan.
Hari Keuangan Nasional yang diperingati setiap tanggal 30 Oktober ini sudah ada sejak tahun 1946. Ini menjadi hari pengingat perjalanan ekonomi Indonesia sejak kemerdekaan.
Pada 30 Oktober 1946 lalu, Oeang Republik Indonesia (ORI) mulai diberlakukan sebagai mata uang resmi negara. Ini sekaligus menandai upaya Indonesia untuk membangun ekonomi mandiri.
Masa itu peredaran mata uang asing, seperti mata uang Jepang dan gulden Belanda, yang masif menyebabkan tekanan ekonomi serta memicu inflasi tinggi. Menteri Keuangan pertama, Samsi Sastrawidagda, pun kemudian menggagas ide penerbitan mata uang sendiri guna menggantikan peran mata uang Jepang.
Kendati demikian, penerbitan ORI belum dapat dilakukan karena ada beberapa kendala. Kendala itu berupa keterbatasan dana, sarana-prasarana, serta tenaga ahli di bidang keuangan.
Mengutip laman resmi Kemenkeu RI, pada 2 Oktober 1945, pemerintah mengeluarkan Maklumat Pemerintah Republik Indonesia. Isi maklumat tersebut yakni menetapkan bahwa uang NICA tidak berlaku di wilayah Republik Indonesia.
Kemudian, terbit juga Maklumat Presiden Republik Indonesia pada 3 Oktober 1945. Di situ ditentukan jenis-jenis uang yang sementara masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah, seperti uang kertas De Javasche Bank, De Japansche Regeering, Dai Nippon, dan Dai Nippon Teikoku Seibu.
Pemerintah lalu berencana menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI) dengan Menteri Keuangan saat itu, A.A Maramis, yang membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia pada 7 November 1945.
Pencetakan uang pun dikerjakan. Kemudian, melalui Keputusan Menteri Keuangan tanggal 29 Oktober 1946, ditetapkan berlakunya ORI secara sah mulai 30 Oktober 1946 pukul 00.00. Undang-Undang tanggal 1 Oktober 1946 kemudian menetapkan penerbitan ORI.
Pada 29 Oktober 1946 itu pun Wakil Presiden, Mohammad Hatta, mengumumkan bahwa ORI kini menjadi satu-satunya alat pembayaran sah di wilayah Indonesia dan menonaktifkan jenis mata uang lain. Hal ini dia umumkan melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) di Yogyakarta.
ORI kemudian berubah nama menjadi RIS setelah Indonesia resmi diakui kedaulatannya. Bank Indonesia sebagai satu-satunya penerbit uang kertas menjadi pengawal utama kestabilan rupiah, sementara pemerintah terus menyempurnakan kebijakan fiskal dan moneter.
Link Twibbon Hari Uang Nasional 2025
Salah satu cara untuk memperingati Hari Keuangan Nasional 2025 yakni dengan mengunggah twibbon di media sosial. Dengan mengunggah twibbon, masyarakat umum dapat turut merayakan hari penting terkait uang dan keuangan Indonesia.
Nantinya, twibbon dapat dikreasikan dengan foto terbaik disertai ucapan atau harapan berkaitan dengan keuangan negara. Berikut ini link twibbon peringatan Hari Keuangan Nasional sebagai referensi:
Link twibbon Hari Keuangan Nasional 2025-1
Link twibbon Hari Keuangan Nasional 2025-2
Link twibbon Hari Keuangan Nasional 2025-3
Link twibbon Hari Keuangan Nasional 2025-4
Pembaca yang ingin membaca artikel sejenis terkait hari penting lainnya dapat mengakses tautan berikut ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id






































