Menuju konten utama

Teddy: Kelebihan Biaya Kunker LN Prabowo Ditanggung Pribadi

Letkol Teddy mengatakan pemerintah saat ini telah melakukan efisiensi dengan memangkas jumlah rombongan kunjungan luar negeri lebih dari 50 persen.

Teddy: Kelebihan Biaya Kunker LN Prabowo Ditanggung Pribadi
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjawab pertanyaan wartawan di ruang media, di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/4/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menegaskan kelebihan biaya kunjungan luar negeri (LN) Presiden Prabowo Subianto yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi.

Hal ini disampaikan Teddy merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait intensitas dan besaran anggaran perjalanan dinas Presiden.

"Masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," jelas Teddy melalui video yang diunggah di akun media sosial Sekretariat Kabinet, dikutip Selasa (2/6/2026).

Teddy menambahkan pemerintah saat ini telah melakukan efisiensi dengan memangkas jumlah rombongan kunjungan luar negeri lebih dari 50 persen.

Jika sebelumnya rombongan bisa mencapai lebih dari 120 orang, kini jumlahnya dibatasi maksimal 50 hingga 60 orang.

Terkait jadwal pertemuan internasional, Teddy menegaskan bahwa agenda tersebut telah ditentukan berdasarkan pertimbangan matang antara Prabowo dan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Mereka menentukan skala prioritas, mulai dari pertemuan yang harus dihadiri langsung, komunikasi melalui telepon, hingga urgensi publikasi hasil pertemuan tersebut.

Menanggapi masukan Dino Patti Djalal, Teddy menyatakan pemerintah tetap terbuka terhadap saran.

Namun, ia menyayangkan jika proses diplomasi tersebut masih dipermasalahkan.

"Saya rasa semua diplomat hebat tahu itu. Jadi kurang elok rasanya kalau itu masih dipermasalahkan, ya. Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai," ujarnya.

Sebelumnya, Dino mengatakan Prabowo setidaknya melakukan satu kali kunjungan luar negeri setiap pekan sejak dilantik menjadi presiden.

"Bapak Presiden telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, 1 dari 6 hari dihabiskan beliau di luar negeri," sebut Dino dalam sebuah video yang diunggah melalui akun X/Twitter-nya, dikutip Minggu (31/5/2026).

Dino menilai, tingginya frekuensi kunjungan internasional tersebut berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi dan gejolak global.

Ia juga menyinggung besarnya biaya yang harus dikeluarkan negara untuk setiap lawatan luar negeri Prabowo. Menurutnya, anggaran itu mencakup kebutuhan tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokol, pengamanan, hingga uang harian delegasi.

"Satu perjalanan [Prabowo dan rombongan] keluar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," ujarnya.

Baca juga artikel terkait KANKER atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama