tirto.id - Adab dan tata cara mandi wajib penting untuk dikuasai muslim perempuan maupun laki-laki. Mandi wajib adalah syarat ibadah wajib seperti pelaksanaan salat lima waktu menjadi sah secara syariat.
Mandi wajib atau mandi junub adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar agar ibadah yang dilakukan seorang muslim atau muslimah bisa dianggap sah. Mandi junub biasa disebut dengan mandi besar atau mandi wajib.
Terdapat beberapa sebab yang mewajibkan seorang muslim melakukan mandi junub karena hadas besar. Segera simak selengkapnya di bawah ini.
Penyebab Mandi Wajib
NU Online menuliskan bahwa yang disebut junub adalah kondisi ketika seseorang mengalami salah satu dari beberapa hal sebagai berikut:
Pertama, keluarnya mani dari alat kelamin laki-laki atau perempuan, baik disebabkan oleh mimpi basah, mempermainkannya, ataupun gairah yang ditimbulkan penglihatan dan pikiran. Kedua, jimak atau berhubungan seksual meskipun tidak mengeluarkan mani. Ketiga, karena melahirkan.
Selain berhubungan suami istri, orang yang berhadas karena keluar sperma terbagi menjadi dua. Pertama, ia mengeluarkan sperma dengan sengaja melalui onani atau masturbasi saat siang hari pada bulan Ramadan. Hukum puasanya batal dan berdosa.
Kedua, ia sedang tidur dan bermimpi basah. Hukum puasanya masih sah dan tetap bisa dilanjut hingga magrib karena orang yang tidur bebas dari ketentuan hukum Islam.
Bacaan Niat Mandi Wajib
Semua golongan orang yang berhadas besar wajib melakukan mandi junub. Terdapat 2 rukun yang wajib dilakukan saat melaksanakan mandi junub.
Pertama adalah membaca niat saat air pertama disiram ke tubuh. Kedua, mengguyur semua badan dengan air dan menghilangkan najis pada tubuh. Pada bagian tubuh yang berambut atau berbulu, harus dipastikan bahwa air mengalir hingga kulit.
Niat Mandi Wajib untuk Menghilangkan Hadas Besar
Berikut ini niat wajib guna bersuci dari hadas besar:نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Lafal Latinnya:
Nawaitul gusla lirof'il hadatsil akbari minal jinabati fardlon lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardu karena Allah taala."
Niat Mandi Wajib untuk Setelah Haid
Berikut ini lafal niat untuk mandi wajib setelah selesai masa haid perempuan:نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul gusla lirof'il hadatsil akbari minal haidi fardlon lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardu karena Allah taala."
Tata Cara Mandi Junub
Dalam kitab Safinatun Najah, Syekh Salim bin Sumair Al Hadlrami menjelaskan bahwasanya rukun mandi besar ini dibagi menjadi dua: niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.
Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidâyah, selain dua rukun di atas, ada aktivitas lain saat mandi junub yang hukumnya sunah muakadah untuk dilakukan.
Orang yang mengabaikan sunah ini dianggap merugi karena sesungguhnya amalan-amalan sunah dapat menambal kekurangan pada amalan fardu.
Tata Cara Mandi Wajib bagi Laki-Laki
Berikut tata cara melakukan mandi junub untuk laki-laki beserta amalan sunah yang sebaiknya dilakukan sebagai adab dalam mandi besar:- Ambil air di kamar mandi, lalu basuh tangan 3 kali.
- Bersihkan najis atau kotoran yang menempel pada tubuh.
- Berwudu.
- Guyur kepala hingga 3 kali pakai air, bersamaan dengan mengucap niat.
- Siram seluruh anggota badan bagian kanan hingga 3 kali.
- Lalu siram semua anggota badan bagian kiri sebanyak 3 kali.
- Gosok seluruh tubuh 3 kali, baik bagian depan atau belakang
- Pastikan air membasuh seluruh bagian kulit
- Menyela rambut, bulu tebal serta jenggot agar kulit terbasuh air.
- Jika menyentuh kemaluan saat mandi, berwudu kembali di akhir mandi.
Tata Cara Mandi Junub untuk Perempuan
Bagi perempuan, mandi junub biasa dilakukan karena mereka memiliki siklus bulanan, yaitu haid atau menstruasi. Tentu saja setelah mereka menstruasi, mandi junub wajib dilakukan.Sebenarnya, tata cara mandi junub bagi perempuan tidak jauh berbeda dengan tata cara mandi besar bagi laki-laki.
Bedanya adalah bagi perempuan diperbolehkan menggelung rambutnya. Rujukannya adalah hadis dari Ummu Salamah, beliau bertanya: "Wahai Rasulullah, aku seorang perempuan yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?”
Nabi SAW menjawab: “Jangan [kamu buka]. Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyur kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu suci,” (HR. Muslim).
Tata cara mandi junub untuk perempuan adalah sebagai berikut:
- Ambil air di kamar mandi, lalu basuh tangan 3 kali.
- Bersihkan najis atau kotoran yang menempel pada tubuh.
- Berwudu.
- Guyur kepala 3 kali, bersama dengan mengucap niat (rambut boleh digelung).
- Siramkan air ke seluruh badan, dimulai dari bagian kanan, lalu kiri.
- Gosok seluruh tubuh sebanyak 3 kali, baik depan maupun belakang
- Pastikan air membasuh semua bagian kulit
- Menyela rambut dan bulu tebal agar kulit terbasuh air
- Jika menyentuh kemaluan saat mandi, berwudu kembali di akhir mandi junub.
Selain di atas, berbagai artikel seputar mandi wajib atau junub dapat dilihat secara gratis melalui tautan sebagai berikut:
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Ibnu Azis, Yulaika Ramadhani & Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id







































