tirto.id - Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 menyedot perhatian pecinta otomotif Tanah Air. Ribuan pengunjung memadati arena pameran untuk melihat langsung berbagai mobil terbaru yang dipamerkan.
Namun di balik antusiasme tersebut, ternyata banyak pengunjung yang memilih untuk menahan diri dan tidak langsung melakukan pembelian, meski sudah menemukan mobil yang menarik hati.
Salah satunya adalah Roni Sahroni, seorang karyawan asal Semarang yang kebetulan sedang dinas ke Jakarta dan menyempatkan untuk menghadiri pameran otomotif terbesar ini. Roni mengaku sangat tertarik dengan Mitsubishi Destinator, model terbaru yang baru saja diluncurkan.
"Desainnya bagus dan harganya cukup masuk akal untuk ukuran mobil baru," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (24/7/2025).
Meski menaruh minat terhadap model baru pabrikan Jepang itu, ia tak akan langsung melakukan pembelian. Persetujuan keluarga jadi pertimbangan. Menurutnya, keputusan membeli mobil baru bukanlah hal yang bisa diambil secara sepihak.
“Karena kita ibaratnya kayak memiliki sesuatu itu harus dukungan keluarga juga. Kecuali kalau saya single ya, kalau single sih enggak apa-apa. Iya kan, kalau misalkan anak enggak setuju, istri enggak setuju? Kita demokratis lah ya,” ujarnya.
Faktor lain yang membuat Roni enggan langsung membeli adalah pertimbangan teknologi. Meski tertarik dengan Destinator, Roni kecewa karena versi yang dipamerkan masih menggunakan bahan bakar minyak, bukan hybrid seperti yang diharapkan.
"Seharusnya sudah hybrid, tapi mungkin Mitsubishi masih menimbang kesiapan infrastruktur di daerah-daerah," ucapnya.
Kekhawatiran serupa juga muncul ketika membahas mobil listrik. Roni mengaku masih ragu dengan teknologi kendaraan listrik karena masalah daya tahan baterai.
"Baterai listrik itu masa pakainya sekitar 5-10 tahun. Kalau sudah rusak, harganya sangat mahal karena seperti jantungnya mobil. Belum lagi nilai jual kembali yang masih dipertanyakan," tambahnya.
Bagi pengunjung seperti Roni, GIIAS lebih berfungsi sebagai ajang survei sebelum benar-benar memutuskan membeli. Mereka memanfaatkan pameran ini untuk membandingkan berbagai model, fitur, dan harga dari berbagai merek, termasuk test drive.
“Sudah sih, oke lah. Ya produk Jepang saat ini masih oke ketimbang produk-produk Cina. Cina kan cuman harga murah di depan, after-sales service-nya kita kan belum tau lah ya,” tuturnya.
Senada dengan Roni, Tania dan Maria juga masih melakukan survei-survei kecil untuk mobil yang diincarnya. Mereka masih membanding-bandingkan fitur dan teknologi untuk setiap jenis dan merek.
Perbedaannya dengan Roni, kedua gadis asal Tangerang ini masih memasukkan mobil listrik sebagai pilihan mereka, bahkan untuk merek-merek yang masih tergolong baru masuk ke pasar Tanah Air, seperti Maxus dan GWM.
“Lihat-lihat EV sih pasti, sama paling hybrid, ya. Produk mungkin kalau menarik yang baru-baru,” ucap Tania.
Dari merek pabrikan asal Cina yang disebut tadi, masing-masing memiliki ketertarikan untuk jenis tertentu. Tania misalnya tertarik dengan Mifa9 dari Maxus, sedangkan Maria mengincar GWM Tank.
Hanya saja, Tania dan Maria belum akan melakukan pembelian untuk mobil incarannya. Mereka juga masih memantau - mantau kendaraan roda empat yang cocok buat kesehariannya.
“Sampai check out sih belum. Masih lihat-lihat juga. Masih banding-bandingin,” ucap Maria.
Penulis: Dwinanda Septiadhi
Editor: Dwi Aditya Putra
Masuk tirto.id


































