Menuju konten utama

Tak Batasi Non-Tunai di SPBU, Pertamina Imbau Pakai MyPertamina

Corsec PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, berujar sesuai peraturan, pembayaran resmi memang seharusnya menggunakan aplikasi MyPertamina.

Tak Batasi Non-Tunai di SPBU, Pertamina Imbau Pakai MyPertamina
Gedung GRHA Pertamina. FOTO/Pertamina
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) merespons unggahan di Threads terkait pelanggan SPBU Pertamina yang diminta membayar menggunakan QRIS saat membeli BBM di bawah Rp100 ribu.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Dumatubun, mengatakan pembayaran resmi untuk transaksi tersebut seharusnya menggunakan aplikasi MyPertamina.

"Apabila masyarakat hendak membeli BBM di bawah nominal Rp100 ribu dapat menggunakan Aplikasi MyPertamina," tuturnya melalui pesan singkat, Selasa (15/9/2026).

"Aturan pembayaran resmi dari Pertamina adalah menggunakan aplikasi MyPertamina," lanjut dia.

Robert turut menanggapi sejumlah narasi dalam unggahan Thread yang menyatakan pembayaran dapat dilakukan dengan aplikasi mobile banking sejumlah perbankan. Kata dia, pembayaran dengan aplikasi mobile banking itu merupakan aturan masing-masing SPBU.

Dalam kesempatan itu, ia kembali meminta masyarakat menggunakan MyPertamina saat hendak bertransaksi di SPBU Pertamina. Menggunakan MyPertamina, pelanggan disebut juga berkesempatan memperoleh sejumlah keuntungan.

"Untuk kerja sama dengan perbankan maka hal tersebut adalah kerja sama antara SPBU dengan perbankan yang bersangkutan," sebutnya.

"Pakai saja MyPertamina enggak dibatasi minimal [pembelian] di atas Rp100 ribu kalau mau beli BBM, dan banyak juga, bonus serta potongan harga BBM non-subsidi yang menguntungkan konsumen," lanjut Roberth.

Sebelumnya, pengguna akun @pujian.toro_88 di Threads mengeluhkan adanya aturan baru di SPBU Margonda yang mewajibkan minimal transaksi Rp100 ribu untuk pembayaran nontunai. Akun itu mengaku terkejut saat hendak mengisi bensin.

Petugas SPBU disebut menyampaikan bahwa mulai Selasa hari ini, pembayaran menggunakan QRIS harus minimal Rp100 ribu ketika membeli BBM.

"Hari ini isi bensin di SPBU 34.16406 MARGONDA tiba petugasnya bilang besok minimal transaksi pakai qris 100.000. Gimana nih min @pertamina? yaa kali kalau motor harus isi 100ribu. Rakyat dikasih aturan melulu," tulisnya, disertai foto pengumuman dari pihak SPBU, dikutip Tirto, Selasa.

Dari foto yang diunggah, terlihat kertas pengumuman berjudul "Peraturan Pembayaran Melalui EDC, yang ditempel di area SPBU. Dalam pengumuman tersebut tercantum tiga poin utama: Semua kartu kredit minimal transaksi Rp100 ribu, selain kartu debit BCA, Mandiri, BCA minimal transaksi Rp100 ribu.

Menyusul unggahan tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menegaskan bahwa pembayaran nontunai di SPBU 34.16406 Margonda, Kota Depok, bukan merupakan kebijakan dari Pertamina Patra Niaga.

"Sesuai ketentuan, seluruh SPBU Pertamina wajib menerima pembayaran nontunai (cashless) baik Kartu Kredit, Kartu Debit, maupun QRIS tanpa adanya batas minimal pembelian," kata Reno Fri Daryanto Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga dalam keterangannya, Rabu (17/9/2026).

"Sebagai tindak lanjut, kami telah memberikan teguran kepada pihak SPBU 34.16406 untuk segera mencabut aturan tertulis terkait minimal pembayaran cashless di area pulau pompa dan memastikan pelayanan pembayaran nontunai berjalan sesuai ketentuan," imbuhnya.

=====

Adendum

Redaksi tirto.id mengubah judul artikel ini dan memberi konteks lebih lengkap atas pernyataan Roberth Dumatubun terkait unggahan akun akun @pujian.toro_88 di Threads.

Pada versi sebelumnya, artikel berjudul: "Beli BBM Nontunai di Bawah Rp100 Ribu Wajib Pakai MyPertamina". Mohon maaf atas kekeliruan penulisan dan terima kasih atas perhatian dan koreksi dari pembaca.

Baca juga artikel terkait PERTAMINA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama