Menuju konten utama

Tak Ada Capex, BATA Fokus Optimalisasi Aset & Toko di 2025

Saat ini tersisa 240-an toko BATA yang tersebar di Indonesia, dan akan dioptimalkan untuk mendongkrak penjualan.

Tak Ada Capex, BATA Fokus Optimalisasi Aset & Toko di 2025
Pabrik sepatu Bata di Purwakarta. FOTO/Dok PT Sepatu Bata

tirto.id - PT Sepatu Bata Tbk (BATA) mengaku tidak menyiapkan anggaran untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) di 2025. Sebagai gantinya, emiten sepatu legendaris ini akan memaksimalkan toko-toko yang sudah ada serta mengoptimalkan aset yang dimiliki untuk memperbaiki kinerja keuangan.

Sekretaris Perusahaan BATA, Hatta Tutuko, menjelaskan langkah itu diambil lantaran perusahaan saat ini tidak memiliki rencana ekspansi.

"Fokus kami adalah mengoptimalkan toko-toko yang ada. Jumlah toko yang ada kami anggap sudah cukup efektif. Tidak ada upaya ekspansi, melainkan peningkatan kinerja toko eksisting," jelasnya dalam Public Expose, Jumat (11/7/2025).

Di tengah penurunan penjualan yang signifikan, dari Rp609,6 miliar (2023) menjadi Rp459,9 miliar (2024), BATA berupaya memperbaiki margin dengan meningkatkan kualitas produk.

Hatta menjelaskan, saat ini perusahaan berupaya untuk keluar dari tekanan buruk terhadap kinerja keuangan. Karena itu, perusahaan hanya akan bertahan dengan memanfaatkan sejumlah aset yang ada.

Dia mengungkapkan, saat ini tersisa 240-an toko yang tersebar di Indonesia, dan akan dioptimalkan untuk mendongkrak penjualan. Namun, jika tidak memiliki progres yang baik, toko-toko ini pun terancam ditutup.

“Tapi kalau misalnya toko itu sudah tidak profitable dan cukup sukar untuk dinaikkan walaupun merchandise-nya diperbaiki, kita punya strategi untuk ditutup,” ucapnya.

Perseroan juga telah menjual sejumlah aset, termasuk Graha Bata di Cilandak dan menutup pabrik di Purwakarta, sebagai langkah efisiensi.

Nilai aset BATA sendiri terus merosot dari Rp700 miliar di 2022 menjadi Rp409 miliar di 2024 akibat pelepasan aset tersebut.

Namun, dengan fokus pada optimalisasi 240 toko yang tersisa, BATA berharap penjualan 2025 tidak lagi terkontraksi.

Meski masih mencatat rugi Rp145 miliar di 2024 atau membaik tipis dari Rp148,2 miliar di 2023, BATA optimis dapat membalikkan tren melalui peningkatan penjualan offline dan online.

"Kami berusaha memperbaiki produk agar margin lebih baik. Selain itu, beberapa aset akan dioptimalkan, baik dimonetisasi maupun disewakan," ujar Hatta.

Baca juga artikel terkait SEPATU BATA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra