tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, gerah dengan berbagai aksi protes simbolis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta di media sosial.
Pasalnya, SPBU Swasta ini terlihat menjual kopi dan membuka jasa pijat menyusul kebijakan pembatasan impor BBM nonsubsidi oleh pemerintah. Merespons hal ini, Bahlil menegaskan negara tidak akan dikendalikan oleh pengusaha.
“Gak boleh ada pengusaha yang mengendalikan negara. Yang mengatur pengusahaan negara. Tapi negara gak boleh sewenang-wenang pada pengusaha,” katanya di Raffles Hotel, Jakarta, dikutip Kamis (9/12/2025).
Hal tersebut dilontarkan Bahlil menanggapi SPBU swasta, yang sempat tidak menjual BBM jenis bensin dan membuat karyawannya terpaksa berjualan minuman hingga jasa pijat untuk bertahan dari ancaman efisiensi.
Aksi karyawan SPBU swasta ini pun viral dan menarik simpati publik. Bahlil pun merasa menjadi pihak yang disalahkan atas aksi ini.
“Masa kuota impor kita sudah kasih 10 persen lebih besar masih minta juga? Emang negara ini nggak ada peraturannya apa? Nanti pakai sosmed seolah-olah nanti (buka jasa) tukang pijit, jual es. Ya, bagus juga, lama-lama tangkinya kami kasih es semua. Baru jual es aja gitu,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan bahwa negara memiliki aturan yang harus ditaati semua pihak, termasuk terkait kuota impor BBM.
Ia menekankan bahwa kebijakan pembatasan impor BBM dilakukan untuk menjaga neraca perdagangan dan devisa negara.
“Negara itu mau mengendalikan impor dalam rangka apa? Untuk menjaga neraca perdagangan, neraca komoditas dan devisa kita,” ucapnya.
Bahlil pun mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh SPBU swasta ini sebagai cara-cara lama untuk menekan pemerintah agar mengikuti kemauannya.
“Udah lah kita ini jadi menteri bukan menteri yang dibesarkan di atas bangku. Kita ini besar di lapangan. Jadi mau tekan pakai media begini-begono. Itu kita sudah ngerti sebelum kamu melakukan. Caranya aja masih cara lama bagaimana bisa tekan kita,” ucapnya.
Sebelumnya, sejumlah SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR memang sempat mengalami kelangkaan stok dan terpaksa berhenti beroperasi sementara.
Kini, mereka telah kembali mendapatkan pasokan dan beroperasi normal usai membeli BBM dari Pertamina. Pertamina pun telah menyalurkan 430 ribu barel ke SPBU swasta tersebut.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































