tirto.id - Belakangan ini, salah satu transportasi online Maxride sedang hangat dibicarakan oleh khalayak luas. Oleh karenanya, timbul pertanyaan seperti "Maxride punya siapa?" atau "Maxride aplikasi apa?"
Untuk diketahui, Maxride selaku transportasi online juga menawarkan solusi berbagi tumpangan seperti halnya para kompetitornya. Namun uniknya, Maxride menggunakan bajaj sebagai moda transportasi utama.
Jika Anda ingin mengetahui secara lebih jelas Maxride punya siapa, sejarah pendiriannya, fakta-fakta menariknya, dan lain sebagainya, artikel ini akan memuat informasi selengkapnya.
Apa Itu Maxride Indonesia?

Maxride apa itu? Maxride Indonesia merupakan sebuah aplikasi transportasi online yang kini menjadi sorotan publik. Satu hal yang menyedot perhatian ialah inovasi aplikasi yang ditawarkan oleh Maxride, yakni layanan transportasi roda tiga dengan bajaj.
Berdasarkan berbagai sumber, pengemudi Maxride, yang sering kali disalahpahami dengan istilah "max riders", dibekali ponsel pintar (smartphone) sebagaimana pengemudi ojek online (ojol). Tetapi di sisi lain, tidak seperti pengemudi ojol yang umumnya menggunakan motor berbeda, pengemudi bajaj Maxride menggunakan armada yang seragam, seperti halnya taksi.
Keunggulannya, Maxride menawarkan sarana transportasi online dengan tarif yang relatif lebih murah jika dibandingkan penyedia ojol lainnya di Indonesia. Terlebih lagi, Maxride menggunakan menyediakan kendaraan jenis bajaj yang bisa diisi 1–3 orang dalam sekali jalan.
Tidak hanya menawarkan layanan berbagi tumpangan dengan bajaj, Maxride juga menawarkan opsi moda transportasi lain seperti motor dan mobil. Di samping itu, Maxride turut menyediakan layanan pengantaran barang ukuran kecil hingga besar dengan fasilitas bak seperti pikap dengan penarik bajaj. Mitra driver mendapatkan keuntungan dari setiap perjalanan yang mereka lakukan.
Dikutip dari sejumlah sumber, berikut keuntungan yang bisa didapat oleh mitra Driver Maxride.
1. Penghasilan 100% untuk Mitra
Komisi pendapatan mitra driver yang didapat dari tarif penumpang tidak akan dipotong pihak Maxride. Nantinya, mitra driver akan meraih penghasilan utuh alias 100 persen.
2. Dukungan Komunitas
Maxride kerap menyelenggarakan kegiatan sosial dan dukungan bagi mitra driver. Hal ini sedikit banyak menjadi keuntungan tersendiri bagi para mitra driver.3. Waktu Kerja Fleksibel
Dengan adanya keleluasaan waktu kerja, mitra driver Maxride memungkinkan dapat memilih jam kerja sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing.4. Kesempatan Menjadi Pemilik Saham
Mitra driver Maxride pun memiliki kesempatan untuk membuka kepemilikan saham yang dapat diakses oleh mitra yang aktif dalam layanan Maxride.Sejarah Pendirian Maxride dan Siapa Pemiliknya?

Sejarah pendirian Maxride Indonesia berangkat dari keinginan untuk mendefinisikan ulang jenis pengangkutan roda tiga, menjadikannya aman, nyaman, dan dapat diakses oleh semua orang. Di samping itu, pendirian Maxride juga bertujuan untuk memberdayakan pengemudi bajaj lokal.
Siapa Pemilik Maxride Indonesia? Co-founder Maxride adalah Ahmad Hidayat. Ia mengatakan bahwa Maxride bukan hanya sekadar perusahaan, melainkan juga cerminan dari semangat dan tekad untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat lokal. Setelah resmi diluncurkan pada Agustus 2023 lalu, hingga Mei 2025, bajaj online Maxride sudah tersedia di tiga kota besar yakni Makassar, Medan, dan Yogyakarta.
Dengan slogan “Lega Duduknya, Hemat Bayarnya”, Maxride mempunyai visi untuk mencakup masa depan di mana transportasi tidak hanya bermanfaat, namun juga menyenangkan dan ramah lingkungan sekaligus memperkuat masyarakat lokal. Sementara itu, misinya ialah memimpin transformasi tersebut melalui solusi modern yang digerakkan oleh teknologi, menjembatani kesenjangan antara penumpang dan pengemudi bajaj untuk memastikan setiap perjalanan aman dan terjangkau.
Lantas, siapa pemilik Maxride Indonesia? Diketahui, layanan transportasi ini berada di bawah naungan PT Max Auto Indonesia, perusahaan lokal yang bercita-cita memberdayakan mitra pengemudi secara lebih adil dan transparan.
Fakta-Fakta Menarik tentang Alat Transportasi Online Maxride?
Kehadiran transportasi bajaj online inovasi dari Maxride ini terus menjadi pembahasan hangat, termasuk di Kota Medan. Sebab, ini merupakan moda transportasi baru di Medan. Bahkan, sebagian orang sampai-sampai bertanya, Maxride Medan punya siapa?
Setelah sukses di Yogyakarta dan Makassar, Maxride hadir di Kota Medan pada akhir 2024 lalu dengan total 100 unit bajaj. Yang menjadi sorotan, sejumlah pengemudi Maxride mengaku merasa khawatir karena beberapa unit bajaj telah ditangkap akibat adanya penertiban dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan.
Padahal, berlawanan dengan hal tersebut, terdapat fakta-fakta menarik tentang alat transportasi online Maxride yang bisa Anda cermati di bawah ini.
1. Punya Kelengkapan Administratif
Sejauh ini, Maxride telah taat administrasi dengan mengantongi Sertifikat Registrasi Uji Tipe dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), rekomendasi dari Korlantas, serta Perizinan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).2. Perawatan Murah, Rendah Emisi, Ramah Lingkungan
Bajaj RE 4S mudah untuk dirawat. Selain itu, Bajaj RE 4S didesain rendah emisi dan ramah lingkungan karena menggunakan teknologi DTSi dengan pembakaran lebih baik, rendah polusi, dan mampu menghemat bahan bakar hingga 40 persen.3. Pembayaran Digital
Lebih lanjut, Maxride juga mengikuti arus zaman, yakni menyediakan pembayaran digital. Layanan ini pun telah diterima cukup baik oleh para pengguna Maxride. Hadirnya teknologi pembayaran digital dan kepuasan pelanggan yang terus meningkat, mendorong Maxride untuk terus berbenah dan mencoba perluasan jangkauan layanan. Bahkan, menurut klaim, mayoritas pengguna Maxride adalah perempuan dengan persentase sebesar 79 persen, dengan rentang usia 25–50 tahun.4. Peluang Bisnis Bajaj Online
Maxride juga memiliki program kemitraan bagi para pengusaha di berbagai kota. Bagi yang ingin menjalankan bisnis bajaj online Maxride sendiri, terdapat tiga program mitra bisnis Maxride yang bisa dipertimbangkan.Program Juragan Bajaj
Ilustrasi Maxride. foto/google play

Juragan Bajaj merupakan program mitra bisnis Maxride yang cocok untuk memulai bisnis transportasi online sendiri dengan cara membeli unit bajaj di Maxride. Pengusaha bisa membeli mulai dari tiga unit bajaj, lalu mengelolanya untuk direntalkan hingga mendapatkan komisi dari mitra driver yang sudah dilatih oleh pihak Maxride.
Sebagai informasi, ada tiga paket yang tersedia di program mitra bisnis Maxride ini.
a. Paket 3 Unit Bajaj: Rp141 juta
b. Paket 5 Unit Bajaj: Rp230 juta
c. Paket 10 Unit Bajaj: Rp450 juta
Franchise Maxride
Franchise Maxride adalah program mitra bisnis Maxride untuk pengusaha yang ingin membuka bisnis transportasi online sendiri di kota yang belum punya Maxride.
Sebagai pengusaha, Anda bisa menentukan area operasional Maxride, membuka cabang dengan merek hingga operasional Maxride, mendapat penghasilan dari penjualan unit bajaj, serta mendapat penghasilan dari bisnis rental atau sewa bajaj. Untuk menjalankan program ini, pihak mitra harus membeli 20 unit bajaj.
Mitra Dealership
Mitra Dealership adalah program kerja sama bisnis Maxride yang memungkinkan pengusaha untuk membeli dan menyediakan unit bajaj di area sekitar kota/kabupaten penyangga di mana Maxride beroperasi.
Pada program kemitraan ini, pihak mitra minimal membeli 15 unit bajaj dengan rincian 10 unit untuk retail dan 5 unit untuk siap rental. Pihak mitra hanya perlu membayar 20 persen di awal dan pelunasannya dilakukan setelah terjadi penjualan.
Demikian penjelasan lengkap tentang Maxride punya siapa, sejarah pendiriannya, dan fakta-fakta menariknya yang bisa Anda simak. Jika tertarik untuk mencobanya, pastikan Maxride sudah hadir di daerah Anda.
Penulis: Muhammad Faisal Akbar
Editor: Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































