Menuju konten utama

Setoran Freeport ke Negara Diproyeksi Capai Rp70 Triliun di 2025

Setoran tersebut terdiri dari pajak perseroan badan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta dividen.

Setoran Freeport ke Negara Diproyeksi Capai Rp70 Triliun di 2025
Pekerja melintasi areal tambang bawah tanah Grasberg Blok Cave (GBC) yang mengolah konsentrat tembaga di areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (17/8/2022). ANTARA FOTO/Dian Kandipi/wpa/hp/pri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan setoran ke Penerimaan Negara pada tahun 2025 mencapai 4,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp70 triliun. Direktur Utama PTFI Tony Wenas, mengatakan angka tersebut melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan pada tahun 2025, sebesar 3,7 miliar dolar AS.

"Untuk Penerimaan Negara dalam proyeksi RKAB kami tahun 2025 direncanakan hanya 3,5 miliar dolar. Namun dengan proyeksi dengan harga emas dan tembaga yang meningkat, proyeksi Pendapatan Negara sampai akhir tahun 2025 ini bisa 4,1 miliar dolar," kata Tony dalam RDP bersama DPR RI Komisi VI, Senin (24/11/2025).

Lebih jauh, Tony menjelaskan bahwa setoran tersebut terdiri dari pajak perseroan badan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta dividen. Sementara itu faktor lainnya yang mempengaruhi Pendapatan Negara yakni cicilan atau installment pajak perseroan badan,.

"Pajak penghasilan badan yang harus kami bayarkan berdasarkan hasil di tahun 2024 ini akan terus kita bayarkan sampai akhir tahun, makanya memang angkanya melebihi dari RKAB 2025 karena faktor-faktor tadi tersebut," ujarnya.

Sebagai informasi, kinerja produksi dan penjualan emas dan tembaga PTFI tahun ini diproyeksikan mencapai target yang ditetapkan dalam RKAB perusahaan.

Tony melaporkan bahwa penjualan tembaga hingga akhir tahun hanya menyentuh 537 ribu ton atau 70 persen dari target penjualan. Padahal, dalam target RKAB, PTFI memproyeksikan penjualan mencapai 770 ribu ton. Sementara untuk komoditas emas, PTFI hanya berhasil memproduksi 33 ton atau 50 persen dari target yang ditetapkan oleh RKAB sebesar 67 ton di 2025.

Baca juga artikel terkait PT FREEPORT INDONESIA atau tulisan lainnya

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana