Sejarah Indonesia

Sejarah Kerajaan Tulang Bawang: Letak, Prasasti, & Faktor Sriwijaya

Oleh: Yuda Prinada - 25 Maret 2021
Dibaca Normal 3 menit
Ada beberapa sumber sejarah terkait riwayat Kerajaan Tulang Bawang yang diperkirakan eksis pada abad ke-7 Masehi.
tirto.id - Lokasi Kerajaan Tulang Bawang belum dapat dibuktikan dengan pasti. Namun, ada beberapa sumber sejarah terkait riwayat kerajaan yang diperkirakan eksis pada abad ke-7 Masehi dan masih terkait dengan Sriwijaya ini.

Kerajaan Tulang Bawang merupakan salah satu kerajaan Nusantara yang diperkirakan terletak di Lampung, tepatnya di wilayah yang sekarang disebut Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, dengan ibu kotanya di Menggala.

Dalam Sejarah Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang (2018:50-51), Rani Amelia Putri dan kawan-kawan menuliskan, para penjelajah Cina menyebut kerajaan ini dengan istilah To-La P’o Hwang yang kemudian dimaknai sebagai Tulang Bawang.

Letak Tulang Bawang & Penaklukan Sriwijaya

Masa kejayaan Kerajaan Tulang Bawang berada di periode yang sama dengan munculnya Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi. Namun, Tulang Bawang berdiri terlebih dulu daripada Sriwijaya yang kemudian menjelma menjadi kerajaan besar.

Bahkan, Tulang Bawang pada akhirnya harus takluk kepada Sriwijaya. Seperti diketahui, Sriwijaya adalah kerajaan besar di Sumatera, yang pernah berpusat di Palembang, serta menjadi pusat pengajaran agama Buddha terbesar di Asia Tenggara kala itu.


Menurut Kuntala (1981) yang dituliskan kembali oleh R.Z Leirissa dalam Sunda Kelapa Sebagai Bandar Jalur Sutra: Kumpulan Makalah Diskusi (1995:42), Kerajaan Sriwijaya menaklukkan Tulang Bawang sebelum melakukan penetrasi ke daerah-daerah di Jawa pada 686 M.

Leirissa juga mengungkapkan salah satu catatan lokasi keberadaan Tulang Bawang. Dituliskan, kerajaan ini berada di sekitar sungai Tulang Bawang sekarang, yakni aliran air di Kota Menggala.

Kitab T’ai-p’ing-huang-yu-chi, catatan sejarah Cina yang ditulis pada 976-983 Masehi, juga menyinggung mengenai perkiraan lokasi Tulang Bawang. Kitab tersebut menerangkan bahwa kerajaan ini terletak di pantai tenggara Sumatera, selatan Sungai Musi.


Dari buku Sejarah Daerah Lampung (1997) terbitan Direktorat Jenderal Kebudayaan, disebutkan, ada dua tempat yang diperkirakan sebagai pusat dari kerajaan.

Dua tempat tersebut adalah di sekitar Pedada, dekat Muara Way Tulang Bawang, atau di sekitar Pagardewa (sekarang termasuk wilayah Lampung Selatan).

Sedangkan menurut L.C. Damais, dikutip dari buku Sejarah Indonesia (2014:143) yang disusun Amurwani Dwi dan kawan-kawan, Tulang Bawang disebut dalam Wu-pei-chih atau petunjuk pelayaran dari Cina.

Disebutkan, Kerajaan Tulang Bawang terletak di pesisir atau tepi pantai. Damais menambahkan, ada kemungkinan Kerajaan Tulang Bawang berlokasi di tempat bernama Umbul Bawang, sekarang di wilayah Kabupaten Lampung Barat.


Sumber Sejarah Kerajaan Tulang Bawang

Dikutip dari website Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, keberadaan Kerajaan Tulang Bawang dapat diketahui dari catatan peziarah Buddha, Fa-Hien, pada abad ke-4 Masehi.

Pejalan asal Cina itu pernah menginjakkan kaki di kerajaan yang disebutnya To-Lang P’o Hwang yang terletak di pedalaman Chrqse (Sumatera).

Dari catatan tersebut dapat disimpulkan bahwa sejak abad ke-4 Masehi, Kerajaan Tulang Bawang sudah ada, dan mencapai masa kejayaan pada abad ke-7 Masehi sebelum ditaklukkan Sriwijaya.

Seorang ahli sejarah bernama J.W. Naarding memperkirakan bahwa pusat pemerintahan Tulang Bawang berada di Hulu Way Tulang Bawang (antara Menggala dan Pagardewa).


Jaraknya Hulu Way sekitar 20 kilometer dari titik tengah Kota Menggala yang kini menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Tulang Bawang.

Serpihan catatan mengenai keberadaan Tulang Bawang juga muncul dalam Kitab Liu-sung-Shu yang mengisahkan tentang sejarah Kekaisaran Cina di bawah pemerintahan Kaisar Liu Sung (420-479 M) atau abad ke-5 Masehi.

Amurwani Dwi dan kawan-kawan dalam Sejarah Indonesia (2014) mengungkapkan:

Kitab ini di antaranya mengemukakan bahwa pada tahun 499 M sebuah kerajaan yang terletak di wilayah Nusantara bagian barat bernama P’u-huang atau P’o-huang mengirimkan utusan dan barang-barang upeti ke negeri Cina.” (hlm.142).

Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa Kerajaan Tulang Bawang di Lampung pernah menjalin relasi dengan Kekaisaran Cina pada akhir abad ke-5 Masehi.


Prasasti Peninggalan Kerajaan Tulang Bawang

Dalam buku Sejarah Daerah Lampung (1997:18), istana bekas Kerajaan Tulang Bawang tidak dapat ditemukan. Bahkan, periode keruntuhan kerajaan ini pun tidak dapat dipastikan secara jelas.

Namun, peninggalan Kerajaan Tulang Bawang bisa dilacak dengan beberapa prasasti yang ditemukan di Lampung, salah satunya Prasasti Palas Pasemah di Lampung Selatan.

Diceritakan dalam prasasti bahwa setelah menaklukkan Tulang Bawang, Sriwijaya menggunakan Lampung sebagai tempat persiapan perang untuk menghadapi kerajaan-kerajaan di Jawa, termasuk Tarumanegara di Jawa Barat.


Sejalan dengan isi Palas Pasemah, Prasasti Harakuning yang ditemukan di Balikbukit, Lampung Utara, juga menjelaskan hal yang sama. J.G. de Casparis dalam buku Prasasti Indonesia I (1980) menyebut prasasti tersebut berumur sama dengan Palas Pasemah.

Lalu, ada Prasasti Batu Bedil yang ditemukan di Batu Bedil Hilir, Kecamatan Pulau Punggung, Kabupaten Lampung Selatan, seperti dikutip dari buku Sejarah Daerah Lampung (1997). Namun, prasasti ini tidak dapat diidentifikasi isinya karena keadaannya rusak.

Selain itu, ada juga inskripsi yang diukir di sebuah batu. Batu tersebut ditemukan di Desa Hanakau, dekat Desa Bawang (Lampung Barat), dan memberikan sedikit jejak mengenai keberadaan Kerajaan Tulang Bawang.


Baca juga artikel terkait SEJARAH KERAJAAN atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight