Sejarah Periodisasi Masa Praaksara Berdasarkan Geologis

Oleh: Yuda Prinada - 24 Maret 2021
Dibaca Normal 1 menit
Secara geologis, zaman praaksara atau prasejarah di muka bumi dibagi menjadi empat periode.
tirto.id - Secara geologis, zaman praaksara atau prasejarah di muka bumi dibagi menjadi empat periode. Dimulai dari zaman tanpa kehidupan (Azoikum), purba tertua (Palaeozikum), purba tengah (Mesozoikum), dan purba baru (Neozoikum).

Berdasarkan tulisan Amurwani Dwi dan kawan-kawan dalam Sejarah Indonesia (2014:10), bumi mengalami evolusi dengan jangka waktu yang begitu panjang sampai bisa memunculkan kehidupan. Dimulai oleh pembentukan gunung-gunung akibat proses alam, munculnya benua, hingga adanya makhluk hidup.

Informasi mengenai empat periode masa praaksara ini dibutuhkan oleh peneliti untuk mencari kebenaran tentang masa kehidupan zaman dahulu atau masa purbakala.

Mariana dalam Modul Sejarah Indonesia (2020:4) menyebutkan, salah satu makhluk (contohnya manusia purba) dibuktikan keberadaannya melalui penggalian daerah tertentu yang diduga pernah ditempati makhluk hidup tersebut pada zamannya.


Periodisasi Masa Praaksara Berdasarkan Geologis

Geologi diartikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai “ilmu komposisi, struktur, dan sejarah bumi”.

Istilah geologis didefinisikan sebagai segala hal yang memiliki hubungan dengan geologi, seperti pembuatan peta, penelitian unsur tanah bumi, memperkirakan umur sebuah batu serta lapisan tanah, dan masih banyak lagi.


Penelitian geologi mengungkapkan penjelasan mengenai periodisasi masa praaksara di muka bumi yang telah terbentuk kisaran 4,6 miliar tahun yang lalu. Berikut ini pembagian periodenya:

1. Azoikum (Zaman Tanpa Kehidupan)

Pada periode ini, bumi baru saja terbentuk. Suhu sekitar satu miliar tahun yang lalu cenderung tinggi sehingga membuat permukaan bumi sangat panas. Oleh karena itu, belum ada makhluk hidup yang teridentifikasi bisa bertahan di masa ini (belum ada kehidupan).

2. Palaezoikum (Zaman Purba Tertua)

Masa ini disebut sebagai zaman purba paling tua karena sudah ada makhluk hidup yang muncul, yakni tumbuhan (flora) dan hewan (fauna). Kedua fosil mahkluk tersebut dikatakan pernah hidup pada kisaran masa Palaezoikum yang berlangsung selama kisaran 350.000.0000 tahun lalu.


3. Mesozoikum (Zaman Purba Pertengahan)

Makhluk hidup yang telah muncul akhirnya semakin banyak ragamnya. Di periode ini, sekitar 140.000.000 tahun silam, mulai hadir fauna berjenis mamalia, amfibi, burung, serta beberapa flora (dalam hal ini pohon yang berbunga).

4. Neozoikum (Zaman Purba Baru)

Masa ini paling banyak pembagiannya dibanding periode yang disebutkan sebelumnya. Umumnya Neozoikum dipisahkan menjadi dua masa, yakni Tersier dan Kuartier.

Pada masa Tersier, muncul binatang menyusui berjenis kera. Sedangkan di masa Tersier, mulai hadir makhluk yang disebut manusia.

Periode Tersier diklasifikasikan lagi menjadi dua masa, yaitu Pleistosen dan Holosen. Saat Pleistosen, kisaran 1,6 juta tahun silam, manusia telah muncul.

Lalu, Holosen, sekitar 200.00-12.000 tahun silam, manusia purba berkembang hingga mengalami evolusi dan diperkirakan menjadi manusia saat ini.


Baca juga artikel terkait ZAMAN PRAAKSARA atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight