Menuju konten utama
Sejarah Hari Ini

Sejarah Hari Anak Nasional dan Asal Usul Diperingati 23 Juli

Sejarah Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli memiliki alasan tertentu. Berikut ini sejarah Hari Anak Indonesia dan maknanya.

Sejarah Hari Anak Nasional dan Asal Usul Diperingati 23 Juli
Peringatan Hari Anak Nasional. Lantas, bagaimana sejarah Hari Anak Nasional? ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejarah Hari Anak Nasional (HAN) setiap tanggal 23 Juli memiliki alasan dan dasar tertentu. Mulai dari pencetusan Hari Kanak-Kanak Indonesia di era Presiden Sukarno (Orde Lama) yang berproses cukup rumit hingga diganti menjadi HAN oleh Presiden RI ke-2 Soeharto pada 1984 silam.

Mengutip laman Politeknik Negeri Nunukan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar peduli terhadap hak anak-anak.

Tanggal 23 Juli memperingati Hari Anak Nasional juga mendorong pemerintah dan masyarakat supaya bisa memenuhi serta meningkatkan perlindungan terhadap hak anak. Lantas, bagaimana sejarah Hari Anak Nasional di Indonesia?

Asal Usul Hari Anak Nasional dan Alasan Peringatannya

Peringatan hari anak di tanah air merupakan gagasan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Kowani adalah organisasi kaum perempuan Indonesia yang embrionya tercetus sejak Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 atau beberapa pekan setelah Sumpah Pemuda.

Kowani yang resmi  berdiri pada 1946, melalui sidangnya pada 1951 memutuskan beberapa kesepakatan. Menurut artikel dalam Majalah Rona (1988), salah satu keputusannya adalah mengupayakan penetapan Hari Kanak-Kanak Nasional.

Berdasarkan upaya tersebut, pemerintah bersama masyarakat Indonesia mulai mengadakan Pekan Kanak-Kanak pada 1952. Dalam kegiatan ini, anak-anak melakukan pawai di Istana Merdeka dan disambut langsung oleh Presiden Sukarno.

Dalam Sidang Kowani di Bandung yang dihelat pada 1953, Pekan Kanak-kanak Indonesia menjadi lebih serius lagi. Kegiatan itu akan menjadi rutinitas pada setiap pekan kedua bulan Juli atau saat liburan kenaikan kelas.

Pemerintah menyetujui rekomendasi tersebut, tetapi penetapan itu tidak memiliki makna dan nilai historis karena tidak merujuk kepada tanggal atau momen tertentu. Oleh sebab itu, dalam Sidang Kowani di Jakarta pada 24-28 Juli 1964, muncul berbagai usulan mengenai kapan tepatnya peringatan untuk Hari Anak Indonesia.

Pada 1959, sebagaimana melansir dari artikel “Mencari Jejak Hari Anak” tulisan Budi Setiyono dalam Historia.id (2018), pemerintah baru menetapkan tanggal 1-3 Juni untuk memperingati hari anak di Indonesia bersamaan dengan rangkaian peringatan Hari Anak Internasional pada 1 Juni.

Presiden Sukarno seringkali hadir dalam perayaan hari anak ini. Atas usulan Kowani, tanggal 6 Juni ditetapkan sebagai Hari Kanak-Kanak Indonesia. Alasannya bertepatan dengan hari lahir Bung Karno (1 Juni 1901) dan berdekatan dengan perayaan Hari Anak Internasional.

Persoalan timbul lagi setelah runtuhnya Orde Lama. Orde Baru di bawah pimpinan Soeharto berusaha menghapus semua kebijakan yang lekat dengan rezim sebelumnya, termasuk mengenai peringatan Hari Kanak-Kanak Indonesia yang memang bertepatan dengan hari lahir Sukarno.

Dalam prosesnya, tanggal peringatan hari anak di Indonesia sempat beberapa kali mengalami perubahan. Akhirnya, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 44/1984 yang memutuskan bahwa Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli.

Mengapa 23 Juli? Pemilihan tanggal ini selaras dengan pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979. Peringatan HAN dari tingkat pusat hingga daerah bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak.

Apa Makna Hari Anak Nasional?

Mengutip laman Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Indonesia, peringatan Hari Anak Nasional mengandung makna kepedulian seluruh bangsa terhadap perlindungan anak Indonesia agar bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Caranya adalah dengan mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.

Hingga saat ini, masyarakat Indonesia bisa memperingati HAN dengan berbagai kegiatan. Bahkan, pihak pemerintah biasanya menyediakan pedoman penyelenggaraan peringatan HAN.

Sebut contohnya mengadakan kegiatan seperti seminar, menonton film bersama, bakti sosial, jalan sehat gembira, berbagai jenis perlombaan, dan lain-lain dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanda Negara (APBN).

HAN juga menjadi pengingat bagi rakyat Indonesia untuk menggencarkan gerakan internasional World Fit for Children. Gerakan ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak.

Ucapan Hari Anak Nasional

Siapa pun bisa mengirim ucapan Hari Anak Nasional melalui media sosial. Melansir kata-kata di laman Times of India dan WishesMsg, berikut kiranya contoh ucapan yang cocok untuk Hari Anak Indonesia.

1. Salam hangat untuk semua anak di seluruh dunia pada hari istimewa ini. Selamat Hari Anak!

A warm wishes for all the children worldwide on this special day. Happy Children’s Day!

2. Selamat Hari Anak! Semoga kamu tumbuh menjadi manusia yang lebih baik dari kami. Doa terbaik untukmu pada hari ini!

Happy Children Day! May you grow up to be a better human being than us. Best wishes to you on this day!

3. Anak-anak adalah bunga dari surga. Mari jadikan dunia ini tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak kita. Selamat Hari Anak!

Children are the flowers from heaven. Let’s make this world a safe and enjoyable place for our kids. Happy children’s day!

4. Selamat Hari Anak untuk semua muridku tersayang. Saya merasa diberkati untuk menjadi bagian dari masa depan bangsa.

Happy Children’s Day to all my dear students. I feel blessed to serve the future of the nation.

5. Setiap anak harus tumbuh dengan cinta dan perhatian. Mari membuat hidup si kecil bahagia dan sehat.

Every child should grow with love and care. Let’s make the lives of the little one’s happy and healthy.

6. Dari seorang anak kita belajar bahagia, tertawa, dan bermain. Mari kita terus merayakan hari anak-anak. Selamat Hari Anak!

From a child we learn giggling, laughing and playing. Let us continue to celebrate the day of children. Happy children’s Day!

7. Anak adalah anugerah Tuhan bagi kita. Selamat Hari Anak!

Children are the gift of God to us. Happy Children’s Day!

Demikian penjelasan sejarah Hari Anak Nasional yang menjadi peringatan di Indonesia setiap tanggal 23 Juli. Pastikan juga untuk memantau artikel lain seputar HAN di sini.

Informasi Hari Anak Nasional Terbaru

Baca juga artikel terkait HARI ANAK NASIONAL atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy & Iswara N Raditya

tirto.id - Edusains
Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy & Iswara N Raditya
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yulaika Ramadhani & Yuda Prinada