Menuju konten utama

Saham Emiten Emas Berkilau di Tengah Konflik Iran Vs AS-Israel

Saham ARCI hingga ANTM alami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin (2/3/2026).

Saham Emiten Emas Berkilau di Tengah Konflik Iran Vs AS-Israel
Pegawai menata emas batangan di Galeri 24, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (30/1/2026). Galeri 24 Regional Manado mencatat penjualan emas batangan dan perhiasan periode 2-29 Januari 2026 mencapai Rp106,5 miliar. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/rwa.

tirto.id - Sejumlah saham emiten emas ditutup menguat pada perdagangan Senin (2/3/2026) menyusul kenaikan harga emas di pasar global.

Mengutip data Bloomberg, harga emas berjangka di bursa Comex tercatat menguat pada perdagangan Senin. Kontrak emas Comex (GC1:COM) untuk pengiriman April 2026 naik 101,40 dolar AS atau 1,93 persen ke level 5.349,30 dolar AS per ons troy pada pukul 10.11 waktu New York (EDT).

Sementara itu, harga emas spot di pasar global juga bergerak naik. Berdasarkan indeks XAUUSD, harga emas spot tercatat menguat 48,09 dolar AS atau 0,91 persen ke posisi 5.327,02 dolar AS per ons troy pada pukul 10.21 EDT.

Berdasarkan pantauan Tirto, Saham Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat kenaikan tertinggi dengan menguat 115 poin atau 6,12 persen ke level 1.995 pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB.

Penguatan juga terjadi pada saham Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik 260 poin atau 5,98 persen menjadi 4.610, diikuti J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang bertambah 30 poin atau 5,45 persen ke posisi 580.

Sementara itu, saham Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 190 poin atau 5,07 persen menjadi 3.940. Penguatan juga dialami Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang naik 375 poin atau 4,5 persen ke level 8.700, serta Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) yang bertambah 40 poin atau 4,12 persen menjadi 1.010.

Adapun saham United Tractors Tbk (UNTR) naik lebih terbatas, yakni 100 poin atau 0,35 persen ke level 28.700. Penguatan tipis juga dicatat Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 10 poin atau 0,31 persen menjadi 3.250.

Corporate Secretary Aneka Tambang (Antam), Wisnu Danandi Haryanto, menyatakan bahwa peningkatan ketidakpastian global memang kerap memengaruhi pergerakan harga emas dunia.

"Pergerakan harga yang terjadi merupakan refleksi dinamika pasar global, bukan karena kebijakan internal tertentu," ucapnya kepada Tirto.

Permintaan emas, yang dikenal sebagai aset safe haven, di pasar global beberapa waktu belakangan juga cenderung meningkat sehingga berpotensi mendorong harga emas batangan yang dijual Antam di pasar dalam negeri.

"Namun demikian, perlu kami sampaikan bahwa harga emas Antam pada prinsipnya mengikuti mekanisme pasar global dengan mempertimbangkan harga spot internasional dan nilai tukar," tuturnya.

Baca juga artikel terkait EMAS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana